Produksi Mobilnya Tembus 22 Juta Unit, Wuling Bikin Kejutan

Posted on

Produksi Mobilnya Tembus 22 Juta Unit, Wuling Bikin Kejutan

Produk dan logo baru dari Wuling

Photo :

  • Chinadaily

VIVA – Wuling bisa dikatakan sebagai salah satu pendatang baru di pasar otomotif Indonesia. Pada 6 April 2020 lalu, merek mobil asal Tiongkok itu baru mencapai hitungan 1000 hari menjajakan produk yang dibuat secara lokal di fasilitas produksinya di Cikarang, Jawa Barat.

Jika menilisik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Wuling sepanjang 2019 lalu mencapai 22.343 unit kendaraan. Ini menjadikannya sebagai merek mobil dengan penjualan terlaris keenam di Tanah Air.

Di negara asalnya, kiprah Wuling tak bisa dipandang sebelah mata. Ya, SAIC-GM-Wuling atau kerap disingkat SGMW, perusahaan yang menaungi merek Wuling mencatat sebuah pencapaian baru dalam industrik manufaktur di Negeri Tirai Bambu.

Melansir dari Chinadaily, Rabu 27 Mei 2020,  SGMW diketahui berdiri sejak 2002. Jumlah mobil yang diproduksinya dari awal sampai saat ini, telah mencapai 22 juta unit, dan menjadikannya sebagai perusahaan otomotif pertama yang mencapai angka tersebut.

Baca juga: Bikin Merinding, Ada Peti Jenazah Corona Diarak Pakai Mobil Bak

Pada 2010, SGMW juga mulai memproduksi mobil dengan merek Baojun. Sementara itu, untuk merek Wuling ternyata sudah ada sejak 1985 dan dipakai oleh perusahaan induknya Guangzhou Automobile Group Co.

Selain pencapaian produksi mobil sebanyak 22 juta unit, Wuling membuat kejutan dengan resmi mengganti logo. Jika selama ini warna merah menjadi ciri khas merek itu, maka pada desain baru warnanya diganti menjadi silver.

Perubahan warna logo itu, bagian dari upaya pemasarannya untuk membuat terobosan lebih lanjut ke pasar internasional, selain dengan menyiapkan produk-produk baru yang bisa diterima oleh lebih banyak masyarakat di negara lain.

Penggunaan logo Wuling berwarna silver nantinya bisa dilihat pada mobil barunya bernama Victory. Kendaraan jenis multi purpose vehicle itu rencananya akan diproduksi di China, namun pemasarannya dilakukan untuk pasar otomotif global.

Sumber Viva