Orang Tetap akan Beli Mobil meski Wabah Corona, Ada Tapinya

Posted on

Orang Tetap akan Beli Mobil meski Wabah Corona, Ada Tapinya

Pameran mobil

Photo :

  • Istimewa

VIVA – Industri kendaraan menjadi salah satu yang mengalami dampak parah, atas munculnya wabah virus corona COVID-19. Banyak pabrik di luar negeri yang tutup, baik itu yang membuat kendaraan maupun komponennya.

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus mengatakan, COVIS-19 sudah jadi bencana global. Seluruh negara, ekonomi, dan industri dunia terdampak hebat.

“Sementara itu, semua pelaku otomotif tetap harus membayar biaya operasional perusahaan, selama kebijakan merumahkan staff dijalankan,” ujarnya saat dihubungi VIVA. Selasa 24 Maret 2020.

Yannes menjelaskan, saat situasi seperti yang sekarang berlangsung, konsumen lebih mencari selamat dulu bagi diri dan keluarganya. Semua masuk ke dalam situasi tegang.

“Semoga, ini tidak berlangsung lebih dari 14 hari. Semoga, pasca akhir Maret 2020 pandemi berakhir di Indonesia. Karena, jika tidak, kita akan mengalami penurunan luar biasa dalam seluruh mata rantai bisnis otomotif,” tuturnya.

Meski demikian, menurut Yannes, penjualan kendaraan masih bisa diselamatkan. Caranya, yakni dengan memberikan promo yang menarik untuk konsumen.

Lihat Juga
  • Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi (kiri) dan Andre Soelistyo.

    Patut Dicontoh, Gaji Bos Gojek Dipotong demi Driver akibat COVID-19

  • Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra.

    Pelatih Tunggal Putra Indonesia PDP Corona, PBSI Lapor ke BWF

  • Ilustrasi tumpukan uang miliaran rupiah

    Perkuat Rupiah, BI Guyur Pasar Keuangan Rp300 Triliun

  • Aktris dan presenter Marissa Nasution.

    Anak Demam, Marissa Nasution Takut Buah Hatinya Idap COVID-19

  • Para relawan di Italia melawan virus corona COVID-19

    Wabah Corona, Penyebab Angka Kematian Italia Lebih Tinggi dari China

  • Pasien terinfeksi Virus Corona.

    Kabar Baik, 80 Persen Pasien Positif Corona Bergejala Ringan-Sedang

“Memberikan berbagai bentuk promo dan keringanan dalam sistem cicilan, agar masih dapat menarik minat masyarakat di tengah ketegangan sosial dan ekonomi akibat dampak berkepanjangan pandemi virus corona ini,” ungkapnya.

Untuk bisa melakukan itu, Yannes mengatakan perlu adanya campur tangan dari pemerintah. Sebab, beban ini tidak bisa ditanggung sendiri oleh produsen.

“Pemerintah harus hadir di sini. Hal ini tidak boleh menjadi beban yang dipikul semata oleh para pelaku usaha. Seperti berbagai keringanan yang berkaitan dengan program relaksasi pajak dan yang sejenisnya,” jelasnya.

Yannes juga melihat, angka penjualan kendaraan akan kembali membaik jika kondisi sudah kondusif. Calon pembeli akan mulai menentukan pilihannya saat ini, dan melakukan transaksi pasca situasi membaik.

“Pemasaran tetap harus berjalan, untuk memastikan pasar bahwa kelak jika mereka telah melewati situasi chaos ini, mereka sudah memilih kendaraan baru yang kelak akan mereka beli sejak sekarang,” ujarnya.

Sumber Viva