Dijuluki Gadis Pizza, Kisah Bocah Lawan Kanker Selama 7 Tahun Bikin Haru

Posted on

Dijuluki Gadis Pizza, Kisah Bocah Lawan Kanker Selama 7 Tahun Bikin Haru

https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 12 481 2151992 dijuluki-gadis-pizza-kisah-bocah-lawan-kanker-selama-7-tahun-bikin-haru-zQfPKOho6H.png Ilustrasi (Foto : Verywell)

Memiliki anak dengan kanker bukan hal yang mudah untuk diterima, tapi Lauren Hammersly coba tabah menerima semuanya. Ia tahu bahwa itu adalah jalan Tuhan yang terbaik untuk ia dan anaknya.

Ya, Hazel Hammersly dinyatakan memiliki kanker di area usus saat usianya dua tahun. Lauren pasrah tapi dirinya berusaha sekuat tenaga untuk bisa membuat anak perempuannya itu kembali tersenyum. Pengobatan pun dilakukan.

Saat pengobatan dilakukan di Children’s Hospital of Los Angeles, Amerika Serikat, Hazel kepikiran untuk membuat permintaan. Ya, dia mau makan pizza. Tapi, dia mau makanan tersebut berasal dari orang lain. Alhasil, dibantu ibu dan neneknya, Hazel memulai aksi.

Pesan Pizza Lewat Jendela Rumah Sakit

Suatu hari, Hazel meminta pita pada ibu dan neneknya. Kemudian, dia mulai membuat tulisan di jendela kamarnya, ‘Kirim Pizza RM 4112’ begitu kalimatnya. Setelah aksi ini dilakukan, tak ada hasilnya. Aksi ini dilakukan pada Juli 2013.

Kanker Anak

“Saya pikir permintaan Hazel adalah ide yang bisa membuat hatinya bahagia, jadi kita kabulkan,” kata Lauren, seperti dikutip dari Nurse.org.

Beberapa hari tak ada respons, tiba-tiba saja pengguna reddit memoto aksi Hazel dan seketika ramai. Ya, Hazel pun menjadi viral dan karena itu, banyak orang memberikannya pizza. Bahkan, ia tak bisa menampung pizza yang membludak tersebut.

Kanker Anak

Sampai akhirnya, orangtua Hazel memberikan pizza yang diterimanya kurang lebih sebanyak 250 kotak untuk pasien lain bahkan memberikan seluruh orang yang ada di rumah sakit tempat anaknya dirawat. Aksi ini pun menghebohkan dan Hazel sangat bahagia.

Setelah aksi tersebut, Hazel disebut sebagai ‘Gadis Pizza’ oleh internet dan pihak rumah sakit. Apa yang dilakukan Hazel yang sangat menyukai pizza keju itu pun menyentuh hati banyak orang di Los Angeles.

Perjalanan Hazel dan Kankernya

Diagnosa pertama kali Hazel didapatinya saat berusia dua tahun. Saat itu dia dinyatakan memiliki tumor neuroblastoma di perut. Setelah 18 bulan pengobatan yang melelahkan meliputi 6 kali infus kemoterapi selama seminggu, 20 kali tindakan radiasi, operasi reseksi tumor selama 8 jam, dan tindakan transplantasi sel induk, Hazel pun dinyatakan sembuh dari kanker setahun setelahnya. Setelah itu, Hazel dan keluarganya menikmati kesembuhan Hazel.

Tapi, kemudian tepat sebelum Hazel masuk sekolah taman kanak-kanak (TK), dokter menemukan tumor aktif di tubuhnya. Hati Lauren hancur kembali, ia mesti menghadapi fakta bahwa anaknya harus melewati pengobatan yang panjang kembali.

“Setelah dokter pribadinya menjelaskan bahwa ada sel kanker hidup di tubuhnya, Hazel ikhlas dan mau menghadapinya kembali. Ia seperti memberi isyarat; Oke, memang ini yang harus aku hadapi,” ungkap Lauren.

Kanker Anak

Pada Mei 2016, Hazel kembali dinyatakan sembuh. Ia berhasil melawan kanker di dalam tubuhnya. Lauren sangat bahagia sekali, anaknya tersebut tangguh melawan cobaan yang sangat berat itu. Untuk merayakan kebahagiaan, Lauren mengajak keluarganya berlibur ke Hawaii.

Nahas, kebahagiaan itu hanya sementara. Sebab, pada Oktober 2017, Hazel lagi dan lagi harus menerima fakta bahwa sel kanker di tubuhnya kembali aktif. Tiga kali sudah Hazel kecil mendengar kabar mengenai ‘kanker’.

Kabar ketiga ini diterima Hazel saat usianya tujuh tahun. Pihak keluarga awalnya mengira itu hanya masalah Pneumonia, tapi lama kelamanaan tubuh Hazel semakin lemah. Kesehatannya terus memburuk.

Suatu malam, Hazel yang tengah mencoba tertidur di pelukan ibunya, bertanya pada Lauren; “Apakah aku sekarat, bu? Aku sangat takut”. Mendengar anaknya berkata demikian, air mata Lauren tak bisa terbendung. Dipeluknya erat-erat sang anak lalu dia menjawab, “Kamu akan baik-baik saja dan Tuhan sudah menyediakan tempat terbaik untukmu”.

Setelah mendengar Lauren berkata demikian, Hazel memberi respons dengan berkata “Selamat tinggal”. Kalimat itu adalah kalimat terakhir yang bisa Lauren dengar dari bibir kecil Hazel, anaknya yang selama hidup kuat melawan kanker dalam tubuhnya.

Permintaan terakhir Hazel sebelum meninggal dunia

Sebelum akhirnya Hazel meninggal dunia, ia meminta sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bukan, bukan pizza sebanyak-banyaknya, tapi dia mau bermain dengan anak kucing.

Permintaan itu disampaikan Hazel ke Pendiri sekaligus CEO Holliblu Cara Lunsford. Setelah itu, Lunsford menggunakan media sosial untuk mewujudkan mimpi Hazel. Namun sayang, di hari itu cuitan Lunsford tak mendapat respons netizen.

Anak Sakit

Tapi, tak lama setelah keputusasaan tersebut muncul, ada seorang netizen merespons cuitan Lunsford dan segera membawa anak kucing ‘diam-diam’ ke ruangan Hazel. Si netizen pun menyelinap masuk ke lantai onkologi, tempat Hazel dirawat, dan membawa anak kucing miliknya. Si netizen mengabulkan permintaan Hazel dan gadis kecil itu sangat senang permintaannya terkabul.

Pengalaman itu, kata Lunsford, menegaskan kembali kepadanya bahwa teknologi dapat digunakan untuk membuat perbedaan yang luar biasa. “Teknologi mengabulkan permintaan Hazel dan ini adalah sisi positif yang harus dipertahankan,” katanya.

1
3
  • #Pengidap Kanker
  • #Anak Pengidap Kanker
  • #Kisah Haru
  • #Hari Kanker Anak Sedunia
  • #Kanker Anak

Telah dipublish di lOkezone