Melihat Proses Pembuatan Teh di Bandung yang Diekspor hingga Timur Tengah

Posted on

Melihat Proses Pembuatan Teh di Bandung yang Diekspor hingga Timur Tengah

https: img.okeinfo.net content 2019 12 02 298 2136775 melihat-proses-pembuatan-teh-di-bandung-yang-diekspor-hingga-timur-tengah-UJD2GCJoqZ.jpg Serbuk teh setelah digiling (Foto: Tiara Putri/Okezone)

Teh merupakan minuman favorit banyak orang, begitu juga masyarakat Indonesia. Hanya saja hanya sedikit yang tertarik mencari tahu tentang proses pembuatan dan peracikan teh. Beda halnya dengan para pencinta kopi yang sangat senang mencari tahu tentang biji kopi bahkan hingga berburu ke daerah-daerah tertentu.

Bagi Anda yang menyukai teh dan ingin mencari tahu proses pembuatannya, bisa berkunjung ke Perkebunan Teh Sukawana di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Di sana ada pabrik yang memungkinkan wisatawan melihat proses pembuatan teh, mulai dari daun hingga menjadi bubuk. Belum lama ini, Okezone berkesempatan melihat langsung melihat proses pembuatan teh.

 Daun di suatu wadah

Ditemani oleh Fransiscus Pantur selaku Pengepakan dan Pengawas Pabrik Teh Sukawana, Okezone berkeliling melihat beberapa tahap pembuatan bubuk teh. Tahap pertama adalah pelayuan. Di tahap ini, daun teh yang telah dipetik akan didiamkan di wadah besar.

“Proses pelayuan memakan waktu 12-16 jam. Daun teh akan dikeringkan dengan udara panas untuk mengurangi kadar air. Sehari bisa 5-6 ton daun teh yang dikeringkan,” ujar Frans.

 Proses penggilingan

Setelah daun teh kering, akan dialirkan melalui conveyor untuk selanjutnya masuk ke tahap penggilingan. Dalam satu jam, biasanya ada 20 kg daun teh kering yang siap digiling. Pada tahap ini, daun teh akan dihancurkan agar mudah digulung. Prosesnya memakan waktu 2 jam.

“Proses penggilingan itu biasanya dilakukan jam 3 pagi karena udara masih segar, oksigennya bagus, dan lebih lembap. Teh juga jadi lebih hitam sehingga fermentasi sempurna. Kebetulan kami produksi teh hitam,” kata Frans.

Setelah itu masuk ke tahap ketiga yakni fermentasi yang merupakan proses oksidasi. Proses ini memanfaatkan embun untuk pembuatan teh hitam.

Proses penggilingan

Selama fermentasi, zat polifenol dalam teh terangkat sehingga warnanya berubah, dari hijau menjadi coklat. Selain itu juga mengurangi kadar air hingga 2,5 persen. Prosesnya tidak lama, hanya 15-20 menit.

Tahap terakhir adalah storasi yang bertujuan memisahkan jenis daun teh dari serat dan tulang. Proses di sini memakan waktu yang cukup lama, bisa mencapai 10 jam. Hal ini dikarenakan pekerja pabrik benar-benar memastikan teh yang siap dikemas memiliki kualitas baik dan sesuai dengan standar.

“Proses storasi itu untuk membentuk grade, membersihkan daun teh dari tulang dan serat, serta menentukan mutu. Ada 8 jenis teh yang dihasilkan pada proses ini, gradenya beda-beda,” kata Frans.

Perbedaan grade terdapat pada kualitas, warna, dan berat jenis teh. Grade yang paling bagus biasanya akan diekspor ke luar negeri. Sedangkan grade lain diedarkan ke dalam negeri namun kualitasnya tak kalah bagus.

 Teh dalam stoples

“Kami paling banyak ekspor ke Singapura, Malaysia, dan Timur Tengah. Ada juga yang ke Inggris,” ucap Frans.

Setelah proses storasi selesai, selanjutnya teh akan dikemas dalam karung berukuran besar. Setelah itu teh tinggal menunggu pengiriman.

1
3
  • #Bandung
  • ##Food
  • #Minuman Khas
  • #Pembuatan Teh
  • #Teh

Telah dipublish di lOkezone