Generasi Milenial di Negara Maju Tinggalkan Minuman Beralkohol, Ini Alasannya

Posted on

Generasi Milenial di Negara Maju Tinggalkan Minuman Beralkohol, Ini Alasannya

https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 02 481 2137097 generasi-milenial-di-negara-maju-tinggalkan-minuman-beralkohol-ini-alasannya-VNU2KhzJ61.jpg Minuman Beralkohol (foto: Shutter)

Konsep menjalani gaya hidup sehat, tidak dipungkiri semakin hari memang semakin populer alias semakin menjadi tren di kalangan masyarakat luas, terlebih di kalangan generasi milenial.

Salah satu contoh yang bisa terlihat nyata, seperti yang terjadi pada generasi milenial di negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat. Studi dari Lancet menyebutkan, tren mengurangi konsumsi minuman beralkohol sedang meningkat.

Survey menyebutkan, satu dari empat orang dewasa di Inggris memilih untuk tidak meminum alkohol. Hasil studi ini juga dibarengi dengan penurunan angka konsumsi minuman beralkohol yang signifikan.

 Ilustrasi minuman beer

Sementara di Amerika, menurut studi oleh jurnal BMC Medicine disebutkan lebih lanjut hampir 30 persen dari anak berusia 16 hingga 24 tahun mengatakan bahwa mereka tidak minum alkohol. Studi yang sama juga menemukan bahwa jumlah abstain seumur hidup meningkat dari 9 persen pada 2005 hingga 17 persen pada 2015.

Semakin meningkatnya kesadaran tentang kesehatan di kalangan generasi milenial jadi salah satu faktor pemicu mengapa generasi milenial semakin mengurangi tingkat konsumsi minuman beralkohol. Memang tidak diragukan, mengonsumsi secara berlebihan minuman beralkohol dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Ketika organ hati memetabolisasikan alkohol, proses ini menghasilkan karsinogen asetaldehida yangb secara konsisten berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker mulut, kanker tenggorokan dan kanker payudara, stroke, penyakit jantung dan hati, otak hingga kerusakan sistem saraf.

Melihat tren bahwa generasi milenial makin sadar kesehatan dan memilih untuk mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Para produsen minuman beralkohol pun memutar otak, dengan membuat pilihan minuman bebas alkohol.

 Ilustrasi milenial

Contohnya Seedlip yang didirikan oleh Ben Branson pada 2015, adalah merek minuman keras tanpa alkohol pertama di dunia. Tiga minuman keras sulingan bebas alkohol keluaran Seedlip sekarang dijual di 25 negara dan disajikan di lebih dari 250 restoran berbintang Michelin di berbagai penjuru dunia.

Tanda bahwa pasar akan minuman keras tanpa alkohol semakin besar juga bisa terlihat dari kehadiran lini minuman, Æcorn adik perusahaan Seedlip. Æcorn diketahui memproduksi berbagai minuman beralkohol bebas alkohol. Terinspirasi oleh obat herbal Inggris abad ke-17 dan tradisi minuman beralkohol ala Eropa, minuman beralkohol tersebut dibuat dari pinot noir, chardonnay, dan anggur yang ditanam di Inggris.

Ditambah, belum lama ini juga telah dirilis minuman yang disebut-sebut sebagai “alt-gin” yakni Ceder yang dibuat oleh Craig Hutchison dan sang istri, Maria. Ceder adalah minuman gin bebas alkohol yang terbuat dari air Swedia dan botani dari Cape, termasuk buchu yaitu ramuan obat yang telah digunakan oleh masyarakat adat Afrika Selatan selama ribuan tahun.

 Ilustrasi minuman wine

Sekarang, di era modern ini kita juga bisa mendapatkan wine bebas alkohol. Contohnya ada Botonique, dikemas dalam botol wine nan berkilauan. Namun isinya terbuat dari jus buah pir, dan ekstrak botani de-alcoholis yang diperkaya dengan vitamin, mineral, dan asam amino. Rasa minuman ini sendiri disebutkan lebih seperti minuman vitamin daripada minuman wine.

Well, memang tampaknya kini masyarakat akhir-akhir ini lebih sadar akan kesehatan. Fenomena ini tidak melulu hanya terjadi di satu kelompok generasi yang sudah berumur, namun juga berbagai rentang usia di seluruh dunia, seperti diwara Southchinamorningpost, Selasa (3/12/2019).

1
3
  • #Gaya Hidup Sehat
  • #Wine
  • #Minuman Bir
  • #generasi milenial
  • #Minuman Beralkohol

Telah dipublish di lOkezone