Gejala HIV Awal Ditandai Diare Akut dan Penurunan Berat Badan Drastis

Posted on

Gejala HIV Awal Ditandai Diare Akut dan Penurunan Berat Badan Drastis

https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 481 2136771 gejala-hiv-awal-ditandai-diare-akut-dan-penurunan-berat-badan-drastis-Y3PDk8cCVS.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Penyakit HIV terus menyerang manusia. Di Indonesia sendiri, DKI Jakarta diketahui menjadi wilayah sebaran HIV paling tinggi. Fakta ini berbanding terbalik dengan kesadaran masyarakat akan penyakit yang cukup tinggi.

HIV merupakan penyakit yang menyerang sistem imun seseorang. Kematian menjadi risiko paling mungkin terjadi ketika pasien membiarkan penyakit berkembang biak, atau juga pasien yang tidak disiplin mengonsumsi obat ARV yang disediakan gratis oleh pemerintah.

Nah, mengenali gejala awal HIV menjadi penting. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, menerangkan ada beberapa gejala yang bisa dikenali masyarakat terkait penyakit HIV.

Berdasar pengalamannya sendiri dalam menangani pasien HIV, dr Ari paham betul bahwa gejala yang dibawa pasien beragam. Tidak hanya satu atau dua kondisi, tapi bermacam dan hal ini menjadi sulit ketika si pasien bukan pengguna jarum suntik atau juga pelaku seks bebas.

“Kondisi gejala penderita HIV itu beragam. Selain itu usia pasien pun beragam, pun pekerjaan mereka,” katanya pada Okezone, Senin (2/12/2019).

 Pria memegang perut

Jadi, gejala apa saja yang biasanya dikeluhkan pasien HIV?

Menurut pengalaman dr Ari, salah satu tanda yang paling sering ialah diare kronis yang terjadi hingga berminggu-minggu. Kondisi ini yang kemudian membuat berat badan pasien turun drastis. Dengan kondisi tersebut, sistem imun akan terus turun dan virus HIV akan semakin mudah menguasai tubuh.

Selain itu, ada juga pasien HIV yang terdiagnosa setelah ditemukan adanya jamur di tenggorokan atau yang biasa disebut esofagus. Kemudian, ada juga pasien HIV yang terdiagnosa karena lidahnya putih efek dari jamur yang sudah tumbuh di sana.

“Sebetulnya, pasien dengan kondisi ini sudah pernah berobat ke dokter. Namun, diagnosa tidak mengarah pada HIV. Tapi, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, mereka ternyata HIV positif,” kata dr Ari.

Dia melanjutkan, pada pasien TBC Paru biasanya juga akan dievaluasi kemungkinan HIV-nya. Terlebih, ketika pasien TBC Paru itu merupakan kelompok risiko tinggi terpapar HIV.

Tidak hanya itu, pasien HIV juga biasanya mengeluhkan adanya gangguan kulit, terutama pada tangan. Kondisi ini bisa menjadi gejala awal HIV yang paling mudah dilihat.

“Yang kasihan itu, ada pasien HIV yang datang ke saya sudah kejang-kejang karena virus HIV di tubuhnya sudah mengenai otak,” sambung dr Ari.

 Seseorang menggaruk tangan

Bicara mengenai pasien HIV, dr Ari menegaskan, tidak ada usia pasti kapan pasien didiagnosa HIV. Menurut pengalamannya, pasien HIV datang mulai dari usia 25 tahun hingga 65 tahun. Tentu, ini dipengaruhi oleh kegiatan faktor risiko yang dilakukan dan juga waktu mereka pertama kali melakukan tes HIV.

Ya, seks bebas sejauh ini masih menjadi faktor risiko paling tinggi penularan HIV. Karena itu, sangat disarankan untuk tidak gonta-ganti pasangan, karena hal tersebut memperbesar kemungkinan virus HIV masuk ke tubuh, terlebih ketika imun tubuh sangat rendah.

Terkait penanganan atau pengobatan pasien HIV, obat ARV disediakan pemerintah secara gratis dan dr Ari menyarankan untuk pasien untuk tidak malas mengonsumsi obat ini seumur hidup.

“Obat ARV yang selalu disediakan pemerintah harusnya bisa membuat pasien tidak bersedih hati mengenai masa depan. Dengan rutin dan disiplin mengonsumsi obat ARV, kualitas hidup penderita HIV akan lebih baik dan dan tidak akan berbeda dengan orang tanpa HIV,” tutur dr Ari.

Dokter Ari menambahkan, kasus HIV bisa dicegah dan angka kejadiannya bisa ditekan dengan kesungguhan kita semua agar jumlah kasus ini tidak meningkat.

“Buat siapa pun yang berisiko, yang pernah berhubungan dengan orang lain yang bukan pasangan resmi, silahkan periksa status HIV untuk mengetahui apakah Anda mempunyai virus HIV atau tidak. Semakin cepat di deteksi semakin cepat diobati dan semakin rendah juga penularannya ke orang lain,” pungkas dr Ari.

1
3
  • #Health
  • #Gejala HIV
  • #HIV dan AIDS
  • #Pasien HIV
  • #Pengidav HIV

Telah dipublish di lOkezone