Dokter Salah Sunat, Mr P Bocah 3 Tahun Habis Terpotong

Posted on

Dokter Salah Sunat, Mr P Bocah 3 Tahun Habis Terpotong

https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 14 481 2129923 dokter-salah-sunat-mr-p-bocah-3-tahun-habis-terpotong-WqIvAkSQGH.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Sunat merupakan prosedur medis yang cukup normal bagi kaum Adam. Beberapa orang melakukannya karena alasan agama, demi kebersihan dan dipercaya dapat membantu kondisi medis tertentu.

Tetapi sunat justru membawa petaka bagi satu keluarga di Brasil. Prosedur yang relatif sederhana ini ternyata berubah menjadi sesuatu sangat mengerikan.

 Penis

Selama pemeriksaan medis, seorang dokter telah memperhatikan bahwa putra Alberthy Camargos yang berusia tiga tahun memiliki kondisi yang sering disebut sebagai phimosis. Phimosis sendiri adalah suatu kondisi di mana kulit Mr P menjadi sangat kencang, tidak dapat menarik kembali. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan pada anak laki-laki ketika ia tumbuh dewasa.

Satu-satunya obat umum untuk memecahkan masalah ini adalah dengan sunat. Dengan penuh keyakinan, Camargos pun memutuskan untuk menyetujui prosedur tersebut. Tetapi hal tersebut berubah menjadi sesuatu yang mengerikan ketika prosedur yang biasanya dilakukan selama 30 menit itu menjadi operasi selama empat jam.

 Keluarga kecil

Meski sedikit janggal, ia pun menyerahkan seluruh masalah ini kepada Dokter Spesialis Kelamin, dr. Pedro Abrantes. Camargos tidak terlalu memikirkan kondisi putranya dan membiarkan dokter mulai bekerja.

Setelah melewati empat jam, operasi pun berhasil diselesaikan. Sang dokter muncul bersama putranya dan meyakinkan orangtuanya bahwa semuanya baik-baik saja.

Namun ketika sang ayah yang bersangkutan memutuskan untuk melepaskan perban putranya, barulah ia menyadari sesuatu yang mengerikan terjadi pada buah hatinya. Ketika diperiksa, dokter terlihat memotong seluruh Mr P bocah malang berusia tiga tahun tersebut dari akarnya.

Sebagaimana dilansir World of Buzz, Jumat (15/11/2019), Camargos pun langsung berlutut dan lunglai setelah mengetahui hal tersebut.

Ia mengaku sangat kecewa dan kehilangan kepercayaannya terhadap tim medis yang dipimpin oleh dr. Abrates. Sang ayah pun segera menandatangani surat pernyataan bebas untuk mengeluarkan putranya dari rumah sakit.

 Dokter bedah

Meskipun dipindahkan ke rumah sakit lain, dokter telah mengonfirmasi bahwa Mr P bayi kesayangannya tidak dapat dikembalikan lagi.

Sebaliknya, operasi plastik masih bisa dilakukan untuk melindungi apa yang tersisa dari uretra bocah malang tersebut. Selain itu cara ini juga berfungsi untuk mempermudah sang anak buang air kecil agar tidak memerlukan kateter.

Mirisnya dr. Pedro Abrantes yang melakukan kegagalan operasi ditemukan meninggal dunia tidak lama setelah mengalami serangan jantung. Kabarnya ia terkejut bukan main setelah sukses mempertahankan catatan medis yang benar-benar bersih selama kariernya sebagai seorang dokter.

Dokter mengatakan karena perawatan dimulai pada tahap awal kehidupannya, mereka akhirnya dapat membuat penis realistis dari kulit yang diambil dari lengan atau paha.

Mereka juga berhasil menyelamatkan jaringan ereksi yang memungkinkan bocah itu dapat memiliki kehidupan seksual yang normal dan menjadi seorang ayah di masa depan.

1
3
  • #Seputar Dokter
  • #Operasi
  • #Sexual Health
  • #Mr P
  • #Sunat

Telah dipublish di lOkezone