Studi Terbaru: Paparan Asap Vape Bisa Sebabkan Kanker Paru-Paru dan Kandung Kemih

Posted on

Studi Terbaru: Paparan Asap Vape Bisa Sebabkan Kanker Paru-Paru dan Kandung Kemih

https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 09 481 2114698 studi-terbaru-paparan-asap-vape-bisa-sebabkan-kanker-paru-paru-dan-kandung-kemih-WitdJhgB1M.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Penggunaan rokok elektronik atau vape menjadi topik pembicaraan yang hangat belakangan ini. Terlebih setelah ditemukan kasus 7 orang meninggal dan ratusan orang mengalami infeksi paru-paru serius akibat penggunaan vape. Terbaru, ada penelitian yang menemukan bila vape berkaitan dengan kanker.

Para ahli dari New York University melakukan penelitian terhadap 40 ekor tikus selama 54 minggu. Tikus-tikus itu dibagi menjadi dua kelompok yaitu yang terpapar asap dengan nikotin dan tanpa nikotin.

Hasilnya, 9 tikus yang terpapar asap nikotin mengembangkan adenokarsinoma paru-paru. Sedangkan tidak satu pun dari 20 tikus yang terpapar asap tanpa nikotin mengembangkan kanker.

 Pria merokok

Hasil lainnya menunjukkan paparan asap membuat 23 tikus mengembangkan hiperplasia kandung kemih. Kondisi ini membuat gen rusak sehingga menyebabkan sel kanker lebih mungkin untuk berkembang biak. Namun paparan menyebabkan 1 dari 17 tikus lainnya mengalami hiperplasia.

Para peneliti mengatakan diperlukan lebih banyak tes laboratorium untuk menentukan risiko kesehatan vaping bagi manusia. Sebab para peneliti percaya bahwa nikotin memainkan peran penting dan memiliki implikasi. Sejauh ini vape dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti pneumonia dan gangguan jantung.

Pemimpin penelitian, Profesor Moon-shong Tang dari NYU School of Medicine, mengatakan risiko kanker nikotin tidak muncul dalam tes darah yang sebelumnya digunakan untuk menguji keamanan vape. Namun dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan, dirinya memperingatkan bila penggunaan vape harus diteliti kembali sebelum dianggap aman.

“Asap tembakau adalah salah satu agen lingkungan paling berbahaya yang secara rutin terpapar pada manusia. Tetapi potensi asap vape sebagai ancaman terhadap kesehatan manusia belum sepenuhnya dipahami. Hasil penelitian kami pada tikus tidak bermaksud untuk menyamakan dengan penyakit manusia, namun memperingatkan agar asap vape dipelajari lebih teliti sebelum dianggap aman atau dipasarkan,” jelas Prof Tang seperti yang Okezone kutip dari Mirror, Rabu (9/10/2019).

 Pria merokok

Prof Tang menambahkan, penelitian barunya menunjukkan semua sel mamalia mengandung ion yang bereaksi langsung dengan nikotin untuk membentuk NNK. Proses ini terjadi di dalam sel sehingga saat uji coba keamanan vape melalui tes darah, risiko kanker tidak ditemukan.

Penulis penelitian, Dr Herbert Lepor mengatakan, ia bersama timnya akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki risiko terkait penggunaan vape.

“Langkah kami selanjutnya adalah memperluas jumlah tikus yang diteliti, untuk mempersingkat dan memperpanjang waktu pemaparan vape, serta menyelidiki lebih lanjut perubahan genetik yang disebabkan oleh asap vape,” pungkas Dr Herbert. Hasil penelitian telah diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences (PNAS).

1
3
  • #Paparan Asap Rokok
  • #Kandung Kemih
  • #kanker paru-paru
  • #rokok elektrik
  • #Vape

Telah dipublish di lOkezone