4 Teknologi Terbaru Bayi Tabung yang Tingkatkan Peluang Keberhasilan

Posted on

4 Teknologi Terbaru Bayi Tabung yang Tingkatkan Peluang Keberhasilan

https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 481 2114410 4-teknologi-terbaru-bayi-tabung-yang-tingkatkan-peluang-keberhasilan-pjpD6Hgqyx.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Program in vitro fertilization (IVF) atau yang lebih dikenal dengan nama bayi tabung kini semakin populer di masyarakat. Program ini sering kali menjadi pilihan bagi pasangan suami istri yang mendambakan kehadiran anak. Entah itu pasangan yang sudah lama menikah namun tak kunjung mendapatkan keturunan, atau pasangan yang baru menikah tapi ingin segera punya anak.

Keberhasilan program bayi tabung bisa dikatakan cukup tinggi. Angka keberhasilannya bisa mencapai lebih dari 50 persen. Namun tentunya keberhasilan itu turut didukung oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah usia calon ibu saat menjalani program hamil.

Menurut spesialis kandungan dan kebidanan, dr Arie Adrianus Polim, D.MAS, SpOG (K), sebenarnya tidak ada batasan usia untuk melakukan program bayi tabung asalkan masih memiliki sel telur. Namun semakin tua usia, kehamilan akan semakin berisiko. Termasuk kehamilan melalui program bayi tabung.

 Sel telur

“Usia makin tua, terutama di atas 38 tahun kebanyakan masalah (bayi tabung) adalah kualitas sel telur makin jelek dan jumlah sedikit. Kehamilan di atas 35 tahun risiko kehamilannya seperti hipertensi, diabetes, dan cacat bawaan pada bayi juga makin tinggi,” ujar dr Arie saat ditemui Okezone dalam temu media bertajuk ‘Ultimate Services, Tingkatkan Kepercayaan Pejuang Buah Hati Di Morula IVF Indonesia’, Selasa (8/10/2019) di Jakarta.

Di sisi lain, semakin tua usia maka peluang kegagalan bayi tabung juga semakin besar. Hal ini berkaitan dengan kromosom yang terbentuk di embrio.

“Penyebab kegagalan bayi tabung yang paling besar 60-70 persen faktor embrio. Embrio akan menempel kalau kualitas dan kromosomnya bagus. Usia berbanding lurus dengan kelainan kromosom, semakin tua maka risiko kelainan kromosom semakin besar,” pungkas dr Arie.

Teknologi bayi tabung

Sementara itu, program keberhasilan program bayi tabung juga dipengaruhi oleh teknologi. Sekarang ini, semakin kemajuan dan kecanggihan teknologi dapat memperbesar peluang keberhasilan bayi tabung. Berikut 4 teknologi terbaru dan inovatif program bayi tabung yang membantu meningkatkan keberhasilan:

1. PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy)

Teknologi ini memungkinkan tindak pemeriksaan kromosom pada embrio dengan metode Next Generation Sequencing (NGS). Pemeriksaan dilakukan sebelum transfer atau penanaman kembali embrio ke dalam rahim sehingga bisa melihat peluang keberhasilan. Teknologi ini terbukti memberikan dampak positif bagi kesuksesan program bayi tabung.

 Sel telur

2. ICSI dan IMSI

Teknologi berikutnya ialah Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) yang membuat proses pembuahan atau fertilisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan satu sperma terpilih langsung ke dalam sel telur. Dengan teknologi ICSI, penolakan sel telur terhadap sperma bisa dihindari. Hal ini berbeda dengan cara konvensional yang memerlukan sekitar 40 ribu sperma untuk membuahi satu sel telur serta kemungkinan kegagalan fertilisasi karena penolakan sperma suami oleh sel telur istri.

Selanjutnya, yang lebih maju dari ICSI adalah teknologi Intracytoplasmic morphologically selected sperm injection (IMSI). Teknologi ini serupa ICSI namun pemilihan sperma terbaik dilakukan lebih detail menggunakan mikroskop khusus yang bisa memperbesar penampakan sperma hingga 6 ribu kali. Dengan teknologi IMSI, kecacatan bentuk pada sperma bisa terdeteksi sebelum fertilisasi. Sperma yang mempunyai bentuk tidak sempurna akan berakibat pada perkembangan embrio yang kurang baik dan berakhir dengan gagalnya program bayi tabung.

Teknologi IMSI merupakan pengembangan ICSI untuk menyeleksi sperma dengan lebih detail menggunakan mikroskop dengan kemampuan pembesaran sangat tinggi. Teknik ini memungkinkan ahli embriologi memilih sperma terbaik untuk proses fertilisasi. Dengan teknik ICSI, seleksi sperma dilakukan dengan pembesaran 40 kali, sementara dengan IMSI pembesaran bisa sampai 6 ribu kali.

3. Timelapse

Selanjutnya teknologi timelapse inkubator yang merupakan layanan kultur embrio secara individual. Teknologi ini membuat pertumbuhan embrio diawasi secara ketat dengan lingkungan terkontrol di bawah inkubator individual. Cara ini dapat mengoptimalisasi pertumbuhan dan menghasilkan embrio berkualitas baik serta menyeleksi embrio. Selain itu, bisa memonitor kelainan proses perkembangan embrio.

 

4. ERA (Endometrial Receptivity Analysis)

ERA merupakan teknologi analisa untuk menentukan waktu yang tepat dilakukan embrio transfer. Caranya dengan biopsi pada endometrium atau dinding rahim. ERA diperuntukkan bagi-bagi pasien-pasien yang telah mengalami kegagalan program bayi tabung yang berulang namun bukan disebabkan oleh kualitas embrio yang kurang bagus.

1
3
  • #kehamilan
  • #Teknologi Kesehatan
  • #tips hamil
  • #Program Bayi Tabung
  • #bayi tabung

Telah dipublish di lOkezone