Mitos dan Fakta Dermatitis Atopik, Ini Penjelasan Dokter

Posted on

Mitos dan Fakta Dermatitis Atopik, Ini Penjelasan Dokter

https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 14 481 2091876 mitos-dan-fakta-dermatitis-atopik-ini-penjelasan-dokter-YOOayUZMph.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Kasus Dermatitis Atopik (DA) tanda disadari kerap menyerang masyarakat. Menurut Wolrd Allergy Organization 2018, prevalensi penderita DA pada anak sebesar 5-30 persen dan pada orang dewasa sebesar 1-10 persen dari populasi Indonesia.

Dermatitis Atopik sendiri memiliki gejala seperti alergi. Ciri utama dari DA adalah kulit yang meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. Jika hal ini terlalu lama didiamkan dan tidak cepat mendapat pengobatan, maka akan menjadi infeksi akibat reaksi menggaruk yang berlebihan.

Hal ini dibenarkan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Anthony Handoko, SpKK. Ia menjelaskan beberapa mitos dan fakta seputar DA. Pasalnya masih banyak kesalahpahaman dalam masyarakat mengenai penyakit ini. Berikut penjelasan dr. Anthony Handoko, SpKK tentang pertanyaan paling sering ditanyakan masyarakat.

 Menggaruk tangan

1. Apakah DA sama dengan eksema (eksim)?

“Kurang lebih bisa dibilang sama. Tapi DA bukanlah alergi meski gejalanya sama-sama gatal. Faktor pemicunya adalah benda eksternal (alergen) yang bisa memicu atopik yang ada dalam tubuh manusia.”

2. Apakah DA bisa terjadi dari makanan?

“Secara penelitian faktor makanan hanya menyebabkan sedikit alergi. Alhasil jawaban yang tepat adalah belum tentu dari makanan. Kulit seorang penderita Dermatitis Atopik lebih sensitif. Yang perlu diketahui DA tidak menular tapi diturunkan dari orangtua.”

3. Apakah DA penyakit seumur hidup?

“Secara kedokteran DA adalah penyakit genetik dan setiap tubuh manusia berpotensi mengalami penyakit tersebut. Penyakit ini timbul secara kronik. Jadi seseorang harus mengontrolnya dan berusaha menghindari semua faktor yang jadi pemicunya.”

4. Apakah penderita DA tidak boleh mandi air panas?

“Penderita DA memiliki kelainan genetik dalam memproduksi cairan minyak yang membuat kulit terasa kering. Bila Anda mencuci menggunakan air panas tujuannya adalah untuk menghilangkan minyak. Tapi penderita DA kekurangan minyak untuk melembapkan kulit, dengan mandi menggunakan air panas maka minyaknya akan menjadi hilang.”

5. Apakah penderita DA harus tes alergi dan darah?

“Seharusnya perlu, tapi jika DA nya sudah memasuki tahapan parah. Namun, akurasi tes tersebut juga tidak bisa 100 persen tepat. Pasalnya, alat tes yang digunakan berasal dari luar negeri makanya tidak akurat jika menggunakan bahan-bahan local.”

6. Apakah DA ketergantungan obat?

“Mengonsumsi obat biasanya dilakukan ketika seseorang mengalami kekambuhan, tapi jika sudah sembuh maka akan masuk dalam fase maintenance yakni pengobatan sehari-hari. Jadi konteksnya bukan adiksi, namun mengonsumsi obat ketika penyakit tersebut kambuh.”

1
3
  • #penyakit kulit
  • #kulit gatal
  • #Gatal Kulit
  • #Dermatitis Atopik

Telah dipublish di lOkezone