Low-fat vs Low-carb, Mana Diet Terbaik untuk Turunkan Berat Badan?

Posted on

Low-fat vs Low-carb, Mana Diet Terbaik untuk Turunkan Berat Badan?

Low-fat vs Low-carb, Mana Diet Terbaik untuk Turunkan Berat Badan? aarp.org

Para pejuang diet, sudah berapa banyak kira-kira jenis diet yang pernah kamu coba, atau minimal kamu dengar? Tentu tak hanya dua atau tiga jenis bukan? Mulai dari diet keto, Mediterania, vegan, hingga berpuasa.

Dengan begitu banyak model diet yang ada, bukan perkara mudah untuk menentukan program manakah yang cocok dan efektif untuk dilakukan seseorang, dan mana yang tidak.

Biasanya, permasalahan yang sering menyebabkan para pelaku diet merasa dilema adalah, menentukan antara konsumsi makanan yang rendah lemak (low-fat), atau makanan rendah karbohidrat (low-carb).

Para peneliti dari Stanford University School of Medicine baru-baru ini berusaha melakukan penelitian, untuk menemukan jawaban dan aspek kunci terkait best diet. Apakah itu adalah low-fat atau low-carb yang lebih efektif? Berikut ulasannya.

1. Penelitian dilakukan dalam kurun waktu satu tahun, dengan jumlah 609 peserta

Low-fat vs Low-carb, Mana Diet Terbaik untuk Turunkan Berat Badan?Unsplash/Priscilla Du Preez

Penelitian tersebut diawali dengan meminta para peserta yang usianya antara 18-50, yang tak memiliki catatan penyakit diabetes, untuk melakukan diet yang telah ditentukan selama dua bulan pertama.

Diet itu berupa pembatasan konsumsi lemak 20 gram per hari, untuk para peserta diet low-fat, serta karbohidrat maksimal 20 gram pula untuk kelompok diet low-carb.

Setelah 2 bulan, peserta kemudian diminta menambah asupan lemak atau karbohidrat sedikit demi sedikit. Penambahan tersebut dilakukan agar peserta menemukan pola, serta  kadar asupan sesuai kenyamanan dan keseimbangan gizi masing-masing.

Dalam percobaan ini, peserta tidak dibatasi untuk mengonsumsi kalori dalam jumlah tertentu. Peneliti hanya meminta agar mereka mengonsumsi makanan padat nutrisi, memaksimalkan asupan sayuran, serta mengurangi konsumsi gula tambahan, tepung halus, dan lemak trans.

Baca Juga: 8 Fakta Diet Okinawa ala Jepang dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kamu

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

  • Waspadai 7 Macam Bau Berbahaya yang Biasa Kamu Cium di Rumah Ini!
  • Tidak Hanya Satu, Ini 7 Jenis Jerawat dan Penyebabnya yang Paling Umum
  • 5 Gerakan Senam Wajah Ini Manfaatnya Setara Operasi Kecantikan, Gengs!

2. Antara diet rendah lemak dan rendah karbohidrat, lebih efektif mana?

Low-fat vs Low-carb, Mana Diet Terbaik untuk Turunkan Berat Badan?videoblocks.com

Sebelum menuju pada jawaban dari hasil percobaan, rekaman menunjukkan bahwa pada bulan ketiga, kelompok low-fat mengalami peningkatan konsumsi lemak, dari semula 20 gram menjadi 42 gram per hari. Sementara pada pasukan low-carb, konsumsi karbohidrat juga meningkat dari 20 gram menjadi 96 gram per hari.

Terlepas dari peningkatan yang terjadi tersebut, pada bulan kedua belas (akhir periode percobaan) ditemukan ternyata tak ada perbedaan signifikan, mengenai apakah diet rendah lemak lebih efektif dari rendah karbohidrat, atau sebaliknya.

Namun kabar baiknya, seluruh peserta penelitian rata-rata mengalami penurunan berat badan, yakni sebesar 13 pound dalam kurun waktu setahun tersebut.

3. Peneliti menyarankan agar kita tak jalani diet yang membuat diri merasa lapar

Low-fat vs Low-carb, Mana Diet Terbaik untuk Turunkan Berat Badan?crossfitcastellum.com

Dari kesimpulan yang telah disebutkan di atas, peneliti menekankan bahwa yang terpenting adalah sumber lemak & karbohidrat tersebut diperoleh, apakah termasuk sumber yang sehat atau tidak, bukan soal jumlah konsumsinya.

Terlepas dari apa jenis diet yang diklaim paling ampuh, sebaiknya seseorang tak memilih cara yang membuat dirinya merasa lapar atau kekurangan asupan.

Selain itu, peneliti juga melihat bahwa walau seluruh peserta beralih ke kebiasaan makan sehat, masih banyak variasi individu yang cukup berpengaruh pada efektifitas metode diet. Jadi, aspek kunci sebenarnya adalah bukan diet apa yang terbaik, namun diet apa yang cocok, serta pada siapa diet tersebut diterapkan.

Nah, kini kamu sudah punya gambaran jelas kan tentang apa diet yang baik? Semoga kamu gak bingung lagi, dan menemukan versi diet yang tepat ya, guys!

Baca Juga: Didukung Science, 5 Jenis Diet Sehat Ini Layak Banget Kamu Coba!

Sinta Photo Community Writer Sinta

“Failure is a feeling long before it becomes an actual result.” -Michelle Obama

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Telah dipublish di lIDNTimes