Ibu Menyusui Makan Jengkol, Akankah ASI-nya Jadi Pahit?

Posted on

Ibu Menyusui Makan Jengkol, Akankah ASI-nya Jadi Pahit?

https: img.okeinfo.net content 2019 07 04 298 2074449 ibu-menyusui-makan-jengkol-akankah-asi-nya-jadi-pahit-P2hU27UZpt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

IBU menyusui memang harus banyak menerima nutrisi dari makanan. Tak hanya itu, jenis makanan tertentu juga bisa memengaruhi ASI, mulai dari jumlah, rasa, dan aroma. Salah satu makanan yang memiliki rasa dan bau yang khas adalah jengkol.

Lantas, bolehkah jika ibu menyusui makan jengkol? Apakah akan mengubah rasa ASI menjadi pahit dan bau? Siapa yang tidak kenal dengan jengkol? Makanan yang satu ini memang terkenal dengan baunya yang tajam, namun rasanya yang empuk seperti daging dengan sensasi manis dan pahit ternyata disukai banyak orang.

Biasanya, orang akan mengonsumsi jengkol dalam berbagai macam olahan, seperti semur jengkol, lalap jengkol, atau keripik jengkol. Salah satu efek makan jengkol adalah air kencingnya menjadi lebih bau.

akankah makan jengkol juga membuat rasa ASI jadi pahit dan bau jika dikonsumsi oleh ibu menyusui?

Tapi, akankah makan jengkol juga membuat rasa ASI jadi pahit dan bau jika dikonsumsi oleh ibu menyusui?

ASI yang normal memiliki rasa yang manis dan creamy karena mengandung laktosa—salah satu jenis gula—dan lemak. Namun, rasanya dapat berubah karena beberapa faktor, salah satunya makanan.

Sebenarnya, hingga kini belum ada penelitian yang mengamati efek makan jengkol pada kualitas ASI saat menyusui, baik itu membuat ASI jadi pahit atau berbau. Namun, jengkol diketahui memiliki minyak atsiri yang mengandung senyawa allyl sulfur. Senyawa ini terdapat pula dalam bawang putih.

Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan pada jurnal Metabolites, mengungkapkan bahwa bawang putih dapat mengubah bau ASI.

jengkol diketahui memiliki minyak atsiri yang mengandung senyawa allyl sulfur. Senyawa ini terdapat pula dalam bawang putih.

Bawang putih mengandung allyl methyl sulfide (AMS), yaitu metabolit yang memiliki bau khas yang dapat mengalir pada ASI. Adanya penelitian tersebut menunjukkan bahwa makan jengkol juga kemungkinan bisa mengubah bau ASI.

Studi pada tikus yang diterbitkan pada jurnal Science of Food and Agriculture melaporkan bahwa jengkol bermanfaat untuk kesehatan, seperti dapat mengurangi kadar gula darah pada tikus dengan diabetes.

Namun, jengkol juga memiliki efek samping yang buruk bagi kesehatan. Jengkol mengandung asam amino djenkolik yang dapat membentuk batuan kristal di kandung kemih. Selain itu, kandungan nitrogen pada jengkol juga sangat tinggi sehingga bisa mengganggu fungsi ginjal.

Jika Anda seorang ibu menyusui dan ingin makan jengkol, ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Dokter akan membantu mempertimbangkan apakah makanan ini memberikan manfaat lebih banyak atau sebaliknya. Jika aman, perlu diingat pula bahwa ibu menyusui sebaiknya makan jengkol yang sudah matang, bukan mentah.

Makanan mentah sangat berisiko dikonsumsi karena bisa menyebabkan keracunan.

Makanan mentah sangat berisiko dikonsumsi karena bisa menyebabkan keracunan. Bakteri pada jengkol tetap hidup karena tidak melewati proses pemanasan. Selain itu, batasi asupannya supaya tidak berlebihan.

Selain dari sisi keamanan, ada baiknya juga Anda mempertimbangkan buah hati Anda. Apabila terjadi perubahan ASI, baik rasa maupun aroma, saat ibu menyusui makan jengkol, sebaiknya hentikan kebiasaan ini.

Bau dan rasa ASI yang berubah bisa membuat bayi enggan menyusui. Akibatnya, asupan nutrisi anak bisa menurun dan mengganggu pertumbuhan si kecil.

1
2
  • #Hellosehat
  • #ibu menyusui
  • #Jengkol

Telah dipublish di lOkezone