Gandeng Panasonic, Toyota Patahkan Isu soal Kelemahan Mobil Listrik

Posted on

Gandeng Panasonic, Toyota Patahkan Isu soal Kelemahan Mobil Listrik

Toyota C-HR Hybrid

Photo :

  • VIVA/Jeffry Yanto

VIVA – Toyota sedang gencar mempromosikan kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini bisa dilihat, dari deretan mobil listrik yang mereka datangkan ke Tanah Air.

Mulai dari Camry, Alphard hingga C-HR, kini semua tersedia dalam versi hibrida. Meski tidak sepenuhnya bebas emisi, namun menurut Toyota, ini menjadi langkah awal menuju era baru.

“Untuk kami, saat ini yang paling cepat (pengembangannya) adalah hybrid. Tapi, di masa depan bisa saja battery electric vehicle masuk ke Indonesia, kalau memang sudah siap,” ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy di Jakarta, Sabtu 11 Mei 2019.

Salah satu komponen yang dibutuhkan mobil listrik, adalah baterai. Soal itu, Toyota sudah memiliki solusinya, yakni Panasonic.

“Panasonic dari dulu merupakan salah satu mitra toyota, untuk mengembangkan teknologi baterai. Jadi, salah satu tulang punggung pemasok baterai untuk Toyota, datang dari Panasonic,” tuturnya.

Lihat Juga
  • Stan Toyota di IIMS 2019

    Pasar Otomotif Relatif Stagnan di Musim Pemilu

  • Mobil Listrik Mitsubishi Outlander PHEV

    5 Pabrikan otomotif Ini Siap Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

  • Presiden Toyota, Akio Toyoda (kiri) dan Presiden Panasonic, Kazuhiro Tsuga.

    Toyota dan Panasonic Perkuat Bisnis Lewat Usaha Patungan

Anton juga menyorot soal kekhawatiran masyarakat, soal biaya perawatan mobil listrik. Muncul anggapan, bahwa baterai hanya mampu bertahan selama 3-4 tahun saja. Dan jika sudah rusak, maka harus diganti dengan baterai baru yang harganya mahal.

“Kami masih mengedukasi soal baterai gampang rusak, atau misalkan di cuaca panas bagaimana ketahanannya. Kami beri tahu kepada mereka, sekarang baterai itu kuat, bahkan sudah ada yang pakai 10 tahun tidak masalah,” ungkapnya.

“Kedua, kekhawatiran biaya perawatannya terlalu tinggi. Sebenarnya, tidak terlalu jauh perbandingannya dengan mobil konvensional. Kemudian tentang garansi. Untuk hybrid, kami beri lima tahun. Jadi, tidak khawatir bila 1-4 tahun baterainya tak bertahan, kami bisa tukar dengan baterai yang baru,” kata dia menambahkan.

Sumber Viva