Waspada! Tak Selamanya Tuberkulosis Menyerang Paru-Paru

Posted on

Waspada! Tak Selamanya Tuberkulosis Menyerang Paru-Paru

https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 09 481 2053337 waspada-tak-selamanya-tuberkulosis-menyerang-paru-paru-zVY98zD39h.jpg Penyakit Tuberkulosis (Foto: Pixabay)

TUBERKULOSIS tak selamanya ditandai dengan batuk berkepanjangan. Batuk bukanlah menjadi indikator yang meyakinkan seseorang mengalami penyakit tuberkulosis.

Hal ini dibenarkan oleh Dokter Spesialis Paru dan Pakar TB dan MDR-TB, Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K). Menurutnya tanda dan gejala dari tuberkulosis tergantung kepada tempat bakteri tuberkulosis tersebut bertumbuh dalam badan seseorang.

BERITA TERKAIT +
  • Semua Orang Berpotensi Terkena Tuberkulosis, Waspadalah
  • Orang Sakit TBC Harus Banyak Makan, Ternyata Ini Alasannya
  • Waspada, TB Tulang Bisa Picu Kelumpuhan jika Telat Diobati

Biasanya bakteri tuberkulosis ini tumbuh di dalam paru-paru. Namun, biasanya kalau bakteri ini tumbuh di paru-paru, maka akan ditandai dengan adanya batuk secara berkepanjangan hingga tiga minggu atau lebih.

Baca juga :

  • Lebih Manjur, WHO Luncurkan Obat Tuberkulosis Lewat Mulut

“Jika bakteri tuberkulosis menyerang paru-paru maka akan mengalami batuk berkepanjangan hingga tiga minggu atau lebih, diikuti oleh sakit di dada, batuk darah atau berdahak, mudah lelah, penurunan berat badan, tidak nafsu makan, panas dingin, demam dan berkeringat di malam hari,” terang dr. Erlina, dalam acara Johnson&Johnson, belum lama ini.

Menurut dr. Erlina, sekira 85 persen kuman tuberkulosis menyerang paru. Namun, tak menutup kemungkinan pula menyerang bagian tubuh lainnya seperti: kelenjar getah bening, selaput otak, usus, kulit, tulang, saluran kemih, saluran reproduksi, mata, tenggorokan dan bagian tubuh lainnya. Biasanya ini disebut dengan tuberkulosis ekstra paru.

Lebih lanjut, dr. Erlina mengatakan bahwa tuberkulosis dapat dideteksi dengan menjalani beberapa tes. Jika hasil tes menunjukkan hasil positif, maka pasien harus menjalani pengobatan yang terbilang cukup lama dengan terapi yang sangat disiplin.

“Beberapa tes yang bisa dilakukan adalah tes spultum (dahak), tes kulit Mantoux atau Tuberculin skin test, tes Darah IGRA. Pengobatan tuberkulosis berlangsung lama, pasien wajib mengonsumsi obat selama enam bulan dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Obat harus diminum di jam yang sama setiap harinya,” tuntasnya.

(ren)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

  • TAG :
  • Gejala Tuberkulosis
  • Virus Tuberkulosis
  • Batuk Berkepanjangan

Telah dipublish di lOkezone