Sekolah Sehat, Rumah Sehat Jadi Tema Penyuluhan PHBS Unilever dan Yayasan Hati Suci

Posted on

Sekolah Sehat, Rumah Sehat Jadi Tema Penyuluhan PHBS Unilever dan Yayasan Hati Suci
Unilever

Liputan6.com, Jakarta PT Unilever Indonesia dan mitranya Bina Masyarakat Peduli (BMP) mendukung program Bhakti Ramadhan “Indahnya Berbagi” dari Yayasan Hati Suci. Mereka mengadakan kegiatan amal Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kelurahan Kampung Bali, Jakarta Pusat.

Kegiatan dengan tema ‘Sekolah Sehat, Keluarga Sehat’ tersebut diikuti oleh lebih kurang 300 siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), guru, dan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) daerah Jakarta Pusat. Adapun sekolah yang mengikuti penyuluhan ini terdiri dari Sekolah Hati Suci, SDN 01 Kampung Bali, SDN 03 Kampung Bali, SDN 07 Kampung Bali, SDS PSKD, serta SDS Strada & Bethel.

“Jadi hari ini kita akan mengikuti kegiatan penyuluhan hidup bersih dan sehat, di mana adik-adik akan belajar tentang cara hidup bersih. Ini merupakan hal yang sangat penting karena kalau kita hidup bersih, pasti kita hidup sehat,” ujar Direktur Panti Asuhan Hati Suci, Francisca Setiati, saat memberikan sambutan dalam Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di RPTRA Hati Suci, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Acara Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini dibuka secara resmi oleh Lurah Kampung Bali, Hermanysyah. Ia sangat menyambut baik berlangsungnya kegiatan ini.

“Saya atas nama Kelurahan Kampung Bali mengucapkan terima kasih kepada Direktur Yayasan Hati Suci dan Unilever atas penyelenggaraan program ini. Acara ini sangat bermanfaat bagi warga Kampung Bali untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ucap Hermansyah.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sendiri merupakan program kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Sasaran dari program ini adalah sekolah dan keluarga.

“Menurut saya program ini adalah program yang baik karena menyasar tingkat dasar, yaitu keluarga. Di keluarga ada ibu dan ayah, kalau mereka melakukan perilaku hidup bersih dan sehat pasti akan berdampak positif bagi keluarganya dan menularkannya ke orang sekitar. Program ini juga dilakukan di sekolah, di mana anak-anak mendapatkan pendidikan secara formal,” ucap dr. Fabian dari Unilever, dalam acara sama.

Lebih luas lagi, imbuhnya, program ini juga menjangkau masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari hadirnya ibu-ibu dari PKK, Posyandu, dan PAUD yang hadir ke dalam acara itu. Menurut Fabian, kalau para ibu ini bisa menyebarkan pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat di tempatnya, maka pesan dari program ini bisa tersampaikan ke lebih banyak lagi orang.

Hal tersebut yang mendorong Unilever rutin mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR) hidup bersih dan sehat kepada anak-anak di berbagai wilayah di Indonesia. Sebelumnya, PT. Unilever Indonesia melalui Yayasan Unilever Indonesia telah memiliki program Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat terintegrasi, yakni Sekolah Sehat dan Keluarga Sehat.

“Unilever sebagai perusahaan tidak hanya menyediakan produk untuk digunakan oleh masyarakat, tetapi juga punya tanggung jawab untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Secara global, kami punya program Unilever Sustainable Living Plan yang akan terus berjalan selama Unilever masih ada. Sampai 2018, program CSR kami telah menjangkau 6 juta anak di Indonesia,” ucap Fabian.

Dalam memberikan penyuluhan hidup bersih dan sehat, Unilever mengajak mitranya Bina Masyarakat Peduli. Diwakili oleh Direktur Eksekutif Bina Masyarakat Peduli, M. Salahudin Hakim, mereka memberikan pendidikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat yang baik dan benar.

Ia menjelaskan, ada tujuh kebiasaan hidup bersih dan sehat yang harus diterapkan setiap hari. Tujuh kebiasaan itu ialah cuci tangan pakai sabun, makanan beragam, bergizi, dan aman, minum air bebas kuman, sikat gigi pagi dan malam, toilet dan kamar mandi bersih higienis, kelola sampah, serta cegah demam berdarah.

Dalam kegiatan hari ini, Salahudin memberi contoh langsung langkah-langkah cuci tangan pakai sabun dan sikat gigi yang benar. Bahkan, para siswa diberi kesempatan langsung mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan dengan sabun Lifebuoy.

“Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih yang mengalir minimal sebelum makan dan sesudah dari toilet. Sebab, tangan kita adalah bagian dari tubuh yang bisa menyentuh permukaan apa saja, sehingga ada banyak kuman penyebab penyakit di tangan,” kata Hakim.

Sebagai penutup, para peserta diajak melakukan pledging commitment. Dengan mencap tangannya di atas spanduk, mereka berkomitmen untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kampung Bali semakin meriah dengan hadirnya Abang None Jakarta Pusat 2019, Muhammad Essam dan Adiska Aisa. Mereka pun berkomitmen untuk selalu menyebarkan perilaku hidup bersih dan sehat ini kepada warga Jakarta Pusat.

 

 

(*)

Sumber Artikel Liputan 6