Pro Kontra Tidur di Lantai, Kenali Bahaya dan Manfaatnya

Posted on

Pro Kontra Tidur di Lantai, Kenali Bahaya dan Manfaatnya

https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 06 481 2051981 pro-kontra-tidur-di-lantai-kenali-bahaya-da-manfaatnya-L7oK9LNryx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAAT cuaca sedang panas-panasnya, tidur di lantai jadi cara favorit banyak orang buat mencari kesejukan. Beberapa lainnya mungkin suka rebahan di lantai untuk meredakan rasa sakit akibat nyeri punggung.

Namun katanya, tiduran di lantai bisa bikin masuk angin. Jadi, tidur di lantai itu sebenarnya bermanfaat atau tidak, sih, buat kesehatan?

BERITA TERKAIT +
  • Doyan Buka Puasa Pakai Es Kelapa? Ini Sederet Manfaatnya!
  • 4 Penyakit Ajaib Ini Hanya Ada di Indonesia
  • Sering Pakai Topi Sebabkan Kebotakan, Mitos atau Fakta?

Manfaat tidur di lantai untuk kesehatan

Baca Juga: Penampakan Tangan di Pundak Suami BCL saat Foto Bareng Nia Ramadhani Bikin Merinding

1. Memperbaiki postur tubuh

Tidur telentang di atas permukaan lantai yang rata dan keras dipercaya dapat membantu memperbaiki keselarasan tulang belakang.

Beda dengan saat Anda rebahan di atas kasur empuk. Postur tubuh Anda cenderung ringsek masuk ke dalam mengikuti lekuk kasur sehingga bentuk tulang belakang juga akan berubah mengikutinya. Hal ini membuat tulang belakang tidak mampu menopang bentuk alaminya.

2. Menyembuhkan pegal linu

Buat beberapa orang, tidur di lantai dapat menjadi cara murah meriah untuk meredakan pegal linu dan kaku otot. Apalagi setelah duduk terlalu lama setelah seharian bekerja di kantor.

Pegal linu umumnya disebabkan oleh postur tubuh yang buruk atau kurang gerak. Kebiasaan ini akan terus menekan tulang belakang, otot, dan sendi yang akan menyebabkan sensasi pegal-pegal di sekujur badan.

Pegal linu juga bisa terjadi jika Anda semalaman tidur di atas kasur yang kelewat empuk. Sebab lekuk tulang belakang akan terus terbiarkan menjorok ke dalam mengikuti bentuk kasur, akibatnya otot-otot tubuh terasa lebih kaku ketika bangun pagi.

Baca Juga: Bingung Mau Masak Apa untuk Buka Nanti, Nih 3 Rekomendasinya

3. Melancarkan peredaran darah

Tidur di lantai ternyata juga diyakini baik untuk memperlancar peredaran darah. Ketika Anda berbaring mendatar, kerja jantung akan lebih mudah memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh karena tidak ada hambatan gravitasi dari lekukan atau posisi tubuh yang bisa memperlambat peredaran darah.

Selain itu, sistem limfatik juga bekerja lebih baik dan cepat untuk membilas racun saat posisi tubuh rebahan mendatar di lantai.

Lalu, apa bahayanya tidur di lantai?

1. Tidur tidak nyenyak

Bagi sebagian orang yang tidak pernah terbiasa rebahan di lantai, tidur di atas permukaan lantai yang keras dan dingin dapat terasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini bisa membuat Anda kesulitan tidur nyenyak sehingga justru terbangun makin kelelahan.

2. Bikin pegal dan sakit kepala

Suhu permukaan lantai lebih dingin daripada di atas kasur. Ketika tubuh terpapar oleh suhu dingin dalam waktu yang cukup lama, jaringan tubuh akan mengembang dan membengkak sehingga menyebabkan ruang persendian terdesak. Hal ini kemudian menimbulkan rasa nyeri sendi atau sensasi ngilu pada tulang Anda.

Beberapa orang juga justru rentan mengalami sakit kepala setelah lama tiduran di lantai karena penyebab yang sama. Suhu permukaan lantai lebih rendah tapi kelembapannya cukup tinggi sehingga suhu tubuh Anda turun tiba-tiba.

Perubahan lingkungan mendadak ini membuat kadar hormon serotonin dalam otak jadi tidak seimbang. Akibatnya, saraf-saraf otak bereaksi secara berlebihan dan menimbulkan sakit kepala.

3. Pilek dan masuk angin

Kata orang, tidur di lantai bisa bikin pilek dan masuk angin. Ini kurang tepat. Anda sebetulnya tidak bisa serta-merta kena pilek atau masuk angin setelah rebahan di lantai.

Masuk angin hanyalah sebutan bikinan orang Indonesia untuk mewakili berbagai gejala kombinasi dari maag (dispepsia) dan flu yang disebabkan oleh banyak hal berbeda, bukan disebabkan oleh “kemasukan” angin malam. Sementara pilek umumnya disebabkan oleh virus atau infeksi bawaan lainnya.

Namun begitu, saat Anda merasa kedinginan, Anda memang rentan jatuh sakit lebih cepat. Maka untuk mencegah “masuk angin”, sebaiknya gunakan alas seperti matras yoga atau selimut tebal saat tidur di atas lantai pada malam hari.

4. Debu, kuman, dan serangga

Meski tampak bersih, permukaan lantai tetap menjadi hunian ideal bagi kuman, debu, dan binatang kecil lainnya yang tidak bisa Anda lihat dengan mata telanjang. Apabila Anda alergi debu atau rentan kena gigitan serangga, tidur di lantai bisa memperparah masalah Anda.

Maka itu, baiknya alasi lantai dengan matras tipis untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Pastikan juga untuk menyapu dan mengepel lantai ruangan agar tidak ada remah makanan yang bisa mengundang datangnya semut atau serangga.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

  • TAG :
  • tidur
  • Tidur di Lantai
  • Hellosehat

Telah dipublish di lOkezone