Tusuk Telinga Pakai Jarum demi Atasi Serangan Jantung, Cuma Mitos?

Posted on

Tusuk Telinga Pakai Jarum demi Atasi Serangan Jantung, Cuma Mitos?
Cara membersihkan telinga

Liputan6.com, Jakarta “Saya masih menemukan orang yang kena serangan jantung, lalu ditusuk telinganya pakai jarum. Bukan hanya di telinga saja, ujung jari juga ditusuk. Pokoknya sampai mengeluarkan darah.”

Cerita dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito A Damay menyoroti masih adanya anggapan masyarakat yang beredar soal penanganan serangan jantung. Penanganan tersebut tidaklah tepat untuk serangan jantung.

Baca Juga

  • Petugas KPPS Meninggal, Pahami Pertolongan Pertama Saat Pingsan
  • Efek Kelelahan yang Dialami Petugas KPPS Berujung Serangan Jantung
  • Beda Pingsan Biasa dan Henti Jantung Mendadak

“Masyarakat masih menganggap seperti itu. Dengan harapan katanya itu (tusuk jarum di telinga dan ujung jari) bisa menolong. Akhir cerita dari pasien itu, dia tidak jadi dibawa ke rumah sakit dan malah kena komplikasi,” ujar Vito dalam kiriman video Instagram pribadinya kepada Health Liputan6.com, Kamis (2/5/2019).

Ketika terjadi komplikasi, si pasien pun baru dilarikan ke rumah sakit. Padahal, hal itu penanganan yang keliru. Menusuk telinga pakai jarum tidak akan membantu atasi serangan jantung. Yang terjadi pasien bisa kena komplikasi.

“Ketika terjadi serangan jantung, sebaiknya dibawa ke rumah sakit. Entah penyebabnya apa, yang penting ditangani medis,” lanjut Vito.

 

2 dari 3 halaman

Pertolongan pertama

Saat orang yang bersangkutan pingsan karena serangan jantung, Anda bisa berikan pertolongan pertama. Dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah konsultan Dicky Hanafy pernah menjelaskan cara memberikan pertolongan pertama pada orang yang kena serangan jantung.

“Perhatikan napas dan denyut nadi seseorang, apakah masih berdetak atau tidak. Kalau orang yang pingsan itu tidak ada denyutnya, segera beri napas buatan,” kata dokter yang berpraktik di Pusat Jantung Nasional RS Harapan Kita Jakarta.

Adapun cara pertolongan pertama pada orang pingsan yang henti jantung dan tidak sadar, Anda bisa melakukan pernapasan buatan. Lakukan penekanan di dada dengan kecepatan 100 sampai 120 kali per menit dan kedalaman 6 cm. Kemudian berikan bantuan napas sebanyak dua kali.

Jika sudah bernapas kembali, baringkan miring 30-45 derajat, posisi kepala miring, pastikan lidah tidak menghalangi jalur napas dengan menengadahkan kepala. Bawa ke rumah sakit. Cek terus, apakah ia bernapas. Lihat apakah ada gerakan dada dan perut sambil mendekatkan pipi di atas hidung atau mulut orang yang bersangkutan.

Rasakan embusan napasnya. Jika tidak ada napas, berikan kembali bantuan napas. Lain halnya, jika orang yang kena serangan jantung masih sadar, minta perhatian pada orang sekitar bahwa ada orang yang kena serangan jantung. Segera cari bantuan tenaga medis.

3 dari 3 halaman

Simak video menarik berikut ini:

Sumber Artikel Liputan 6