Risiko Bagi Jantung Ada walau Cuma Sekali Konsumsi Minuman Berenergi

Posted on

Risiko Bagi Jantung Ada walau Cuma Sekali Konsumsi Minuman Berenergi
20151013-Ilustrasi-Serangan-Jantung

Liputan6.com, Jakarta Para ahli menegaskan bahwa mengonsumsi minuman berenergi hanya satu porsi tetap berisiko menyebabkan masalah jantung. Efeknya bahkan bisa muncul setelah 90 menit.

Melansir New York Post pada Jumat (3/5/2019), konsumsi jenis minuman berenergi bisa membuat pembuluh darah menyempit. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyumbatan yang berujung pada serangan jantung serta stroke.

Baca Juga

  • Cara Membuat Teh Talua, Minuman yang Cocok Dinikmati di Pagi Hari

“Dengan semakin populernya minuman energi, penting untuk mempelajari dampak dari minuman semacam ini pada mereka yang sering mengonsumsinya ketimbang menentukan, jika ada, pola konsumsi yang aman,” kata Dr. John Higgins, pemimpin studi dari University of Texas, Houston, Amerika Serikat.

Higgins dan rekan-rekannya percaya, kombinasi dari minuman semacam itulah yang berbahaya bagi pembuluh darah. Beberapa di antaranya seperti kafein, taurin, gula, serta bahan herbal lain yang bisa merusak lapisan arteri dan vena.

 

2 dari 3 halaman

Pembuluh Darah Menyempit Drastis

Standarnya, minuman berenergi mengandung 80 miligram kafein dalam setiap 100 mililiter. Angka ini setara dengan tiga kaleng minuman bersoda dan secangkir kopi instan. Namun, banyak dari mereka yang mengandung kadar gula lebih tinggi.

Para peneliti menggunakan pengukuran ultrasonografi dalam studi ini. Mereka meliat hanya dalam satu setengah jam setelah mengonsumsinya, pembuluh darah manusia mengalami penyempitan.

Pembuluh darah konsumen yang sebelumnya berdiameter 5,1 persen dalam diameter, berkurang hingga 2,8 persen setelahnya. Para peserta yang dipilih juga bukanlah perokok dan tidak memiliki masalah kesehatan kronis sebelumnya.

“Ini menunjukkan penurunan fungsi vaskular akut,” kata para ilmuwan.

Studi lain mengaitkan bahwan konsumsi minuman berenergi bisa menyebakan masalah saraf dan perut. Penelitian di Kanada tahun lalu ini menemukan bahwa efek samping yang timbul, khususnya pada anak-anak, sangatlah buruk. Di antaranya adalah masalah jantung dan kejang.

Studi terbaru ini akan dipresentasikan dalam American Heart Association’s Scientific Sessions pada Minggu ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Sumber Artikel Liputan 6