Sering Dianggap Tak Sehat, Telur Puyuh Ternyata Simpan 5 Kebaikan

Posted on

Sering Dianggap Tak Sehat, Telur Puyuh Ternyata Simpan 5 Kebaikan
Telur puyuh bacem

Liputan6.com, Jakarta Telur puyuh yang seringkali dihindari karena dianggap bisa menaikkan kadar kolesterol, ternyata kaya vitamin B1, B2, dan A.

Dibandingkan dengan telur ayam biasa, telur puyuh memiliki vitamin B1 enam kali lebih banyak dan vitamin B2 lima belas kali lebih banyak.

Karena begitu banyak vitamin dari telur puyuh, manfaatnya juga lebih banyak. Dikutip dari Organic Facts pada Rabu, 1 Mei 2019, beberapa manfaat dari telur puyuh adalah;

1. Mempertajam penglihatan

Vitamin A yang tinggi dari telur puyuh membantu mempertajam penglihatan, menurut salah satu penelitian tahun 2003 dari Comparative Biochemistry and Physiology Part C: Toxicology & Pharmacology.

Selain mempertajam, hal ini juga membantu mencegah perkembangan katarak dari mata.

 

2 dari 3 halaman

Manfaat Telur Puyuh

2. Menyapu racun atau zat-zat tidak sehat dari tubuh

Penelitian berjudul ‘Hepatoprotective effect of Quail egg against carbon tetra chloride induced hepatic damage in albino rats’ menjelaskan bahwa telur puyuh membantu menghilangkan racun dari aliran darah. Hal ini juga membantu mencegah ukuran kandung kemih dan batu ginjal semakin besar.

3. Mencegah penyakit kronis

Karena kadar vitamin C dan vitamin A yang signifikan, telur puyuh membantu menetralkan dan melindungi kesehatan secara keseluruhan. Hal ini sudah diuji dari penelitian pada 2008 berjudul ‘Lycopene-enriched quail egg as functional food for humans’

 

3 dari 3 halaman

Telur Puyuh untuk Obati Alergi

4. Mengobati alergi

Penelitian dari Journal of Nutritional Science and Vitaminology tahun 1994 menyatakan bahwa telur puyuh yang tinggi akan protein ovomucoid bertindak sebagai obat alergi alami dalam tubuh.

5. Meningkatkan metabolisme tubuh

Sebuah studi berjudul ‘Quail egg yolk (Coturnix coturnix japonica) enriched with omega-3 fatty acids’ pada tahun 2009, menyatakan bahwa vitamin B dari telur puyuh menghasilkan peningkatan metabolisme tubuh, termasuk fungsi hormon.

Penulis : Dara Elisabeth

Sumber Artikel Liputan 6