Ejekan Soal Berat Badan yang Menimpa Selebritis Ikut Pengaruhi Perempuan Lain

Posted on

Ejekan Soal Berat Badan yang Menimpa Selebritis Ikut Pengaruhi Perempuan Lain
Perut Gemuk dan Perut Buncit

Liputan6.com, Jakarta Hampir setiap hari selebriti dikritik karena berbagai hal, salah satunya masalah berat badan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa saat selebriti dikritik karena berat badan atau fat-shaming, masyarakat pun merasakan hal yang sama terhadap badan mereka.

Psikologis Universitas McGill Montreal membandingkan 20 kritik berat badan selebriti dengan sikap implisit perempuan sebelum dan sesudah kritik. Mereka menemukan bahwa kritik berat badan selebriti menyebabkan perilaku implisit negatif perempuan terkait bobot tubuh.

Baca Juga

  • Menangisi Mantan Diklaim Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Faktanya
  • Awas, Stres Bikin Berat Badan Naik
  • 10 Aktivitas Sederhana di Rumah Ini Mampu Turunkan Berat Badan

Mereka menjelaskan bahwa sikap implisit merupakan sikap yang dilakukan secara tidak sengaja dan merupakan reaksi pikiran dari suatu hal baik atau buruk. Sedangkan sikap eksplisit adalah sikap yang dilakukan secara sadar dan seringkali dipengaruhi oleh kekhawatiran untuk dapat diterima secara sosial atau menampilkan diri dalam hal positif.

“Pesan ini memengaruhi pikiran perempuan bahwa kurus adalah baik dan gemuk merupakan hal buruk. Pesan tersebut meninggalkan jejak tersendiri dalam pikiran,” kata salah satu peneliti dalam studi, Jeniffer Bartz, seperti dikutip dari Health pada Rabu, 1 Mei 2019.

 

2 dari 3 halaman

Data Terkait Berat Badan

Para peneliti menggunakan data dari sebuah studi Harvard yang berjudul Project Implicit. Data merupakan Weight Implicit Association Testtahun 2004-2015 yang dilakukan secara daring.

Para peneliti kemudian meneliti 20 peristiwa kritik berat badan selebriti yang diliput oleh media. Peneliti menganalisis sikap implisit 93.000 perempuan mengenai hal tersebut dua minggu sebelum dan sesudah peristiwa.

Peneliti menemukan bahwa peristiwa tersebut mempengaruhi sikap implisit perempuan. Perempuan memiliki pikiran yang lebih negatif mengenai kenaikan berat badan. Semakin peristiwa juga semakin besar pengaruhnya dalam perilaku perempuan.

 

3 dari 3 halaman

Hasil Penelitian

Perlu diketahui bahwa peneliti tidak dapat mengetahui dengan pasti keterkaitan antara sikap implisit negative tersebut dengan peristiwa spesifik dunia dalam data. Namun, penelitian-penelitian telah membuktikan bahwa pikiran seberapa kurus perempuan seharusnya sangatlah merusak.

Stigma mengenai berat badan dalam masyarakat membentuk diskriminasi. Kritik berat badan ini menyebar secara menyeluruh tidak hanya dalam majalah tetapi juga di blog dan media sosial lainnya.

Penulis: Khairuni Cesario

Sumber Artikel Liputan 6