Hati-Hati! Ternyata Diare Bisa Sebabkan Kematian

Posted on

Hati-Hati! Ternyata Diare Bisa Sebabkan Kematian

https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 25 481 2047813 hati-hati-ternyata-diare-bisa-sebabkan-kematian-d0uLA0ODZi.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DIARE menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia, entah itu anak-anak maupun dewasa. Bahkan, dalam kurun waktu setahun beberapa orang mungkin bisa mengalami sakit diare 3 sampai 6 kali.

Meski begitu, kebanyakan orang kerap menyepelekan penyakit ini karena dianggap sebagai penyakit yang tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih parah. Padahal, diare yang sudah terlanjur parah bisa menyebabkan kematian.

BERITA TERKAIT +
  • Sih Anak Suka Demam Setelah Imunisasi?’ class=’ga_BeritaTerkait’>Kenapa Sih Anak Suka Demam Setelah Imunisasi?
  • 3 Cara Paling Mudah Mencegah Gigi Anak Berlubang
  • Jangan Diputusin Dulu! Ini 5 Langkah Taklukan Pasangan Workaholic

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan encernya tinja dan frekuensi buang air besar yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya.

Baca Juga: Kisah Lisa Stefanny, Mahasiswi yang Hobi Susun Skripsi Setebal 1.150 Halaman dalam Waktu 1,5 Bulan

Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit diare, misalnya mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi parasit, bakteri, dan virus, seperti norovirus dan rotavirus. Tidak hanya itu, diare juga bisa disebabkan karena alergi terhadap makanan atau efek samping dari suatu obat tertentu.


Setiap orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin, bisa mengalami diare. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari. Namun dalam beberapa kasus serius, penyakit ini bisa berlangsung hingga berminggu-minggu dan jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kematian.

Sampai saat ini diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Dikutip dari laman Bulentin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Kemenkes terbitan tahun 2011, diketahui jika diare menduduki peringkat ke-13 sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen.

Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare merupakan penyebab kematian ke-3 setelah Pneumonia dan TBC. Berdasarkan data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.

Baca Juga: Tampilan Menggoda Iman Irma Darmawangsa, Pacar Baru Duda Ely Sugigi

Kenapa diare bisa sebabkan kematian?

Saat diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan ion tubuh. Hal ini membuat orang yang mengalami diare rentan dehidrasi. Ketika kadar cairan dalam tubuh Anda berkurang, maka keseimbangan ion dalam tubuh juga terganggu. Akibatnya, fungsi organ dan jaringan tubuh Anda tidak bisa bekerja optimal.

Nah, jika dehidrasi sudah masuk dalam fase yang parah, seseorang akan lebih berisiko mengalami berbagai komplikasi serius seperti gangguan fungsi ginjal, kejang, asidosis metabolik, hingga syok hipovolemik akibat kehilangan cairan yang terlalu banyak.

Syok ini bisa menyebabkan hilang kesadaran (pingsan) atau bahkan kematian. Oleh sebab itu diare tidak boleh dianggap enteng walaupun kondisi ini umum terjadi. Bagaimana cara menghindari dampak fatal akibat diare?

Diare pun dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan ion dalam jumlah banyak. Itu sebabnya, menjaga keseimbangan cairan dan ion menjadi hal penting saat diare. Seseorang yang mengalami diare diharuskan untuk memenuhi asupan cairannya dengan minuman yang tidak hanya mengandung air melainkan juga ion untuk mengembalikan ion yang hilang dan menjaga keseimbangan ion di dalam tubuh.

Segera konsultasikan ke dokter apabila gejala diare Anda semakin memburuk. Hal ini dilakukan agar Anda bisa segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

1 / 2

  • TAG :
  • sakit perut
  • diare
  • Hellosehat

Telah dipublish di lOkezone