Hati-Hati saat Berkebun, Penyakit Kulit Mengerikan Ini Bisa Mengancam Anda

Posted on

Hati-Hati saat Berkebun, Penyakit Kulit Mengerikan Ini Bisa Mengancam Anda

https: img.okeinfo.net content 2019 04 23 481 2047025 hati-hati-saat-berkebun-penyakit-kulit-mengerikan-ini-bisa-mengancam-anda-dvv1quKRvC.jpeg Bercocok Tanam di Kebun (Foto: Vt.com)

BAGI beberapa orang berkebun adalah salah satu hal yang cukup menyenangkan. Anda bisa menanam tanaman apa saja yang diinginkan dan memanennya ketika telah berbuah. Namun, bukan berarti berkebun aman dan sama sekali tidak memiliki risiko. Beberapa mikroorganisme kecil bisa menempel dan menularkan pernyakit berbahaya kepada Anda.

Seperti kisah seorang petani asal Tiongkok ini. Ia terpaksa harus dirawat di rumah sakit belum lama ini setelah sebuah penyakit misterius mulai menggerogoti lengannya. Pria berusia 65 tahun yang tidak disebutkan namanya itu datang ke Rumah Sakit Sun Yat-Sen Memorial di Guangzhou. Ia datang dengan kondisi yang mengenaskan yakni terdapat trauma.

Baca juga :

  • Cuma Pakai Handuk, Lihat Kompaknya Anggun C. Sasmi dan Anaknya Bernyanyi
  • Suka Pakai Rok Mini, Gamers Seksi Nixia Sering Bikin Gagal Fokus

Ia mengatakan kepada dokter bahwa ia telah mengalami cedera sejak beberapa bulan sebelumnya dan infeksi ini terjadi secara bertahap hingga menyebar pada kulitnya. Jinglin Qin yang melaporkan kasus ini mengatakan bahwa pasien itu telah mencoba untuk mengobati ruam tersebut dengan campuran beberapa ramuan. Sayang cara tersebut tidak memberikan perbaikan pada kondisinya.

Setelah tiba di rumah sakit, dokter langsung membawanya ke ruang perawatan intensif. Dokter meyakini bahwa pria tersebut membutuhkan perawatan sesegera mungkin. Tim medis pun langsung memperhatikan ruam yang muncul hingga berbentuk agak besar, merah dan ditutupi oleh bercak-bercak kulit yang melepuuh, memborok hingga mengerak.

Biopsi pun dilakukan untuk menentukan penyebab utama infeksi. Begitu sampai di lab, sampel kulit pria itu mulai menumbuhkan jamur. Jamur ini kemudian dideteksi sebagai Sporotrix Schenckii atau biasa dikenal sebagai Penyakit Gardener. Menurut CDC jamur ini hidup di seluruh dunia dalam tanah dan pada tanaman seperti lumut sphagnum, semak mawar dan jerami.

Orang bisa terkena sporotrichosis dengan bersentuhan dengan spora jamur di lingkungan terbuka. Infeksi kulit adalah bentuk infeksi yang paling umum. Hal ini bisa terjadi ketika jamur memasuki kulit melalui luka kecil atau kerokan. Biasanya setelah menangangi bahan tanaman yang terkontaminasi. Beberapa kasus sporotrichosis telah dikaitkan dengan goresan atau gigitan hewan terutama kucing.

“Infeksi biasanya melibatkan kulit dan jaringan subkutan dan terjadi dari inokulasi jamur dari tanaman dan tanah melalui kulit,” ucap dr. Jinglin, sebagaimana dilansir dari VT, Senin (22/4/2019).

Meskipun tidak umum, namun dokter mengatakan penyakit ini dapat mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah syukurlah, dalam kasus ini, tim dr. Jinglin dapat mengobati pria itu dengan obat anti-jamur, dan dalam waktu empat bulan luka ruam dan berkerak tersebut telah sembuh.  

(ren)

  • TAG :
  • Infeksi Kulit
  • Luka Ruam
  • Berkebun

Telah dipublish di lOkezone