Bagaimana Kondisi Orang Dengan Rabun Jauh saat Kacamata Belum Diciptakan?

Posted on

Bagaimana Kondisi Orang Dengan Rabun Jauh saat Kacamata Belum Diciptakan?

https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 481 2043692 bagaimana-kondisi-orang-dengan-rabun-jauh-saat-kacamata-belum-diciptakan-6hpHGgEq65.png Sejarah kacamata dan ini kondisi orang dengan rabun jauh di zaman dahulu (Foto: Livescience)

PADA zaman dulu ketika masyarakat memikirkan keruntuhan peradaban, mereka merasa khawatir dengan masalah yang akan datang. Saat kekacauan akhir dunia sudah berada didepan mata , mereka akan segera menjalani operasi untuk memperbaiki rabun jauh untuk bertahan hidup dalam kondisi tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Live Since, Senin (15/4/2019), Aristoteles mungkin telah menulis miopia sekitar 350 SM. Kondisi mata yang menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sementara objek yang letaknya jauh terlihat buram, kondisi ini juga disebut dengan istilah miopia.

BERITA TERKAIT +
  • Memilih Kacamata dari 3 Bentuk Wajah, Jangan Sampai Kelihatan Norak
  • 7 Hal yang Cuma Dialami Orang Berkacamata, Apa Saja?
  • Cara Membersihkan Kacamata Biar Tak Penuh Kuman!

Baca Juga: Insiden Bulu Mata Palsu Lita MasterChef Indonesia Copot Bikin Ngakak

Neil Handley, seorang pengawas museum di College of Optometrists di London, mengatakan tidak banyak yang diketahui tentang bagaimana orang berurusan dengan miopia sebelum lensa pertama untuk orang rabun jauh diciptakan, pada abad ke-15 di Eropa.

Tetapi ada contoh lensa cembung genggam pada abad ke-13 di Eropa yang digunakan untuk mengobati , saat ini bisa disebut sebagai kacamata baca. Tetapi teknologi itu tidak diterapkan untuk mengobati rabun jauh selama 200 tahun. Handley mengatakan pada Live Since, salah satu contoh pertama yang diketahui dari lensa genggam muncul dalam potret awal abad ke-16 yaitu Paus Leo X – yang terkenal rabun,dilukis oleh master Italia Raphael.

“Karena cara lensa itu dipegang, Anda dapat melihatnya, dan sang seniman telah menangkap efek yang dimiliki kaca itu,” ujar Handley.

Apakah miopia penting di masa lalu? Tingkat miopia telah meningkat tajam dalam beberapa dekade terakhir, dan para peneliti telah memprediksikan bahwa setengah dunia akan rabun pada tahun 2050. College of Optometrists menemukan studi bahwa miopia lebih dari dua kali lebih umum pada anak-anak di Inggris saat ini daripada di tahun 1690-an. Di beberapa negara Asia, miopia telah meningkat bahkan lebih tinggi di Seoul, Korea Selatan, sekitar 95% pria berusia 19 tahun sekarang rabun.

Dokter masih berusaha mencari tahu penyebab di balik tren ini, beberapa dokter menyebut kondisi tersebut adalah epidemi. Sementara beberapa menyalahkan penyebab genetika atau peningkatan waktu belajar dan layar. Penelitian lain menemukan bahwa anak-anak lebih sedikit berada diluar yang kemungkinan dapat menyebabkan miopia berkembang.

Terlepas dari tren ini, kemungkinan miopia tidak terlalu mempengaruhi banyak orang di masa lalu seperti sekarang. Sehingga orang yang memiliki kondisi miopia tidak terlalu menjadi prioritas.

Handley mengatakan orang dengan rabun jauh didorong untuk tetap dalam kondisi itu, karena mereka sebenarnya ideal untuk melakukan pekerjaan. Bahkan ada beberapa bukti bahwa mereka hampir mengembangbiakkan orang dengan harapan menghasilkan anak-anak rabun yang akan menjadi iluminator manuskrip di masa depan. Sehingga mereka tidak menggap kondisi itu sebagai kecacatan.

Baca Juga: Tak Hanya Lihai Memasak, 5 Chef Ini Terlihat Seksi dengan Tato di Tubuhnya

Anda tidak perlu melihat ke masa lalu untuk menemukan orang yang rabun jauh tanpa akses kacamata, karena di era saat ini sudah banyak yang melakukannya. Mungkin sebanyak 2,5 miliar orang di dunia membutuhkan tetapi mereka tidak memiliki kacamata. Ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting di negara berkembang. Di mana masalah penglihatan tidak dikoreksi sehingga dapat menghambat pendidikan anak-anak, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan di jalan dan menghambat orang untuk bekerja.

(dno)

  • TAG :
  • Rabun Jauh
  • kacamata
  • sejarah

Telah dipublish di lOkezone