Kuliner Gado-gado dan Soto Betawi Tersedia di Vancouver

Posted on

Kuliner Gado-gado dan Soto Betawi Tersedia di Vancouver

Kuliner Gado-gado dan Soto Betawi Tersedia di Vancouver

Koran Sindo

loading…
Kuliner Gado-gado dan Soto Betawi Tersedia di Vancouver
Kuliner Gado-gado dan Soto Betawi Tersedia di Vancouver
A+ A-
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Vancouver menggelar Kuliner Lunch Series pertama di Restoran The Holy Crab, Vancouver, British Columbia, Kanada, pekan lalu. Program yang dibuka Konsul Jenderal RI Vancouver Tuti Irman ini adalah upaya untuk terus menghadirkan masakan Indonesia yang memang masih sangat sulit ditemui di Vancouver dan sekitarnya.

Menurut Tuti, kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama KJRI dengan Diaspora Indonesia, Henri William pemilik Restoran The Holy Crab, Liza Wajong dari Nusa Coffee, Matthew Riyanto dari Permai BC, Richard Chen dari Tempea, dan Chef Djaka Putra dari Refection Dining, serta Chef Lulu.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pengunjung yang sudah jauh-jauh datang dari luar kota seperti dari Victoria, khusus untuk menikmati makanan Indonesia,” ujar Tuti, dalam keterangan tertulis KJRI. Tuti mengatakan Kuliner Lunch Series tersebut akan dilaksanakan sepanjang 2019 agar lebih banyak penduduk yang dapat menikmati kuliner Indonesia.

Baca Juga:
  • All You Can Meat Festival, Festival bagi Pecinta Grilled Food
  • Cook and Dessert Festival Terbar Kebaikan dengan Bola Salju

Jenis-jenis kuliner yang tersaji dalam ajang itu di antaranya menu gado-gado dan soto betawi, yang ditutup dengan kue ubi dan secangkir teh celup Sosro dan Tong Tji. Menu khas Betawi tersebut dipilih untuk mengawali promosi kuliner karena ingin memperkenalkan makanan khas ibu kota Indonesia. Selanjutnya, ada juga menu-menu dari 34 provinsi di Indonesia yang masing-masing memiliki kekhasan tersendiri, di antaranya nasi goreng dan rendang.

Peserta Kuliner Lunch Series adalah penduduk setempat yang membeli tiket secara daring dan beberapa tamu KJRI Vancouver yang terdiri atas Pemerintah Kota Kanada, pelaku bisnis, tur operator, travel writer, dan beberapa media seperti Georgia Straight, CBC Radio, dan Vanfoodies. Kegiatan seperti ini diyakini dapat mendorong peningkatan kerja sama baik dalam bidang budaya, pariwisata, maupun perdagangan dan investasi.

Sebelum itu di kota yang sama, 22 Maret lalu, KJRI juga berpartisipasi dalam Vancouver Fashion Week (VFW) lewat karya dua desainer kelas dunia asal Indonesia: Novita Yunus dengan label “NY” dan diaspora Indonesia di Vancouver, yaitu Bernarda Antony dengan label “BERNARDA”.

Kedua desainer menampilkan busana khas Indonesia dengan perpaduan corak batik dan bahan mayoritas tenun, khususnya Tenun Toraja. Langkah anggun 13 peragawati yang membawakan tidak kurang dari 13 gaun koleksi Novita dan Bernarda mendapat sambutan meriah dari pengunjung yang memadati Gedung David Lam Hall, Vancouver.

Pergelaran busana internasional VFW diselenggarakan dua kali dalam setahun itu menampilkan koleksi busana musim semi/panas dan musim gugur/dingin dari para desainer lokal Kanada maupun dari mancanegara. Dalam VFW edisi Spring/Summer 2019, kali ini tak kurang dari 70 desainer maupun sekolah mode tampil membawakan rancangannya.

Dengan penampilan Indonesia pada peragaan busana kali ini diharapkan agar publik setempat dapat lebih mengenal produk dan budaya Indonesia, khususnya di wilayah pantai Barat Kanada. Selain acara Vancouver Fashion Week, di KJRI Vancouver, Novita dan Bernarda juga menjadi pembicara dalam acara

“Klinik Busana” yang diselenggarakan KJRI Vancouver dengan DWP KJRI Vancouver, 23 Maret lalu. Acara dihadiri Konjen RI, Ketua dan anggota DWP, serta masyarakat Indonesia di sekitar Vancouver. Selanjutnya pada 24 Maret, KJRI Vancouver bekerja sama dengan Canadian Indonesian Social Club (CISC) menyelenggarakan “fashion show” di Kota Calgary, Provinsi Alberta. Acara itu dihadiri lebih dari 100 masyarakat Indonesia di sana.

(don)

Sumber ArtikelKoran Sindo