Satu Keluarga di Aceh Barat Kena Difteri

Posted on

Satu Keluarga di Aceh Barat Kena Difteri
Kasus Positif Difteri di Garut Bertambah, 5 Pasien Diisolasi

Liputan6.com, Jakarta Sebuah kasus difteri yang ditemukan pada akhir Maret 2019 mengenai satu keluarga. Ada tiga orang yang berasal dari satu jeluarga di Kecamatan Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh positif kena difteri.

“Yang terjangkit difteri ini satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu dan anak, hingga kini anaknya masih dirawat dan dalam pantauan kita, sementara ayah dan ibunya sudah sembuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat TR Ridwan, di Meulaboh seperti dikutip Antara News, Selasa (2/4/2019).

Baca Juga

  • Jelajah Rimba demi Mendulang Madu dari Sarang Lebah Liar
  • Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang, 5 Kecamatan Terendam Air
  • 6 Wisata Aceh yang Hits dan Memukau, Wajib Kamu Datangi

Ridwan mengatakan satu keluarga tersebut pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, kemudian satu orang anaknya terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin di Banda Aceh untuk penanganan lebih maksimal.

Hingga kini, warga di sekitar pemukiman penduduk desa tempat tinggal keluarga tersebut masih dalam pemantauan. Sekolah asal anak itu akan dilakukan vaksin secara menyeluruh.

 

2 dari 2 halaman

Vaksin difteri massal di sekolah

Ridwan juga mengatakan pihaknya juga berencana melakukan vaksin di sekolah anak tersebut. Selain itu, bakal juga melakukan vaksinasi pada murid di sekolah lain di sekitarnya. 

“Anaknya sudah membaik dan masih dalam penangganan petugas kesehatan dan sudah diberikan pengobatan sesuai ketentuan, obat makannya secara terus menerus, kemudian juga untuk anak sekolah MTs yang dia ikut pendidikan itu,” katanya.

Menurut Ridwan, difteri yang menjangkiti anak tersebut diduga dibawa pulang dari Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Setelah dari sana anak tersebut masuk rumah sakit ketika diperiksa mulutnya positif difteri.

Hingga 1 April 2019 Dinas Kesehatan Aceh Barat telah menemukan sebanyak tiga kasus difteri dan satu lagi yang dicurigai kasus difteri menjangkiti seorang anak. Untuk kasus yang terakhir, belum dinyatakan posisif karena masih pemeriksaan laboratorium.

Untuk mencegah penularan difteri yang lebih besar, upaya pencegahan harus dilakukan secara masif. Termasuk ke pihak sekolah.

“Kami menyurati pihak Kementrian Agama, Dinas Pendidikan, MPU termasuk orangtua anak sekolah untuk hadir hari Minggu (7/4/2019) nanti hadir ke sekolah MTs itu, biar tidak ada yang menolak anaknya di vaksin semua, jangan sampai terinfeksi,” tutup Ridwan. (Pewarta: Anwar)

Sumber Artikel Liputan 6