Gangguan 'Muskuloskeletal' Rentan Dialami Wartawan, Apa Sebabnya?

Posted on

Gangguan 'Muskuloskeletal' Rentan Dialami Wartawan, Apa Sebabnya?

https: img.okeinfo.net content 2019 03 21 481 2033193 gangguan-muskuloskeletal-rentan-dialami-wartawan-apa-sebabnya-qHDRpo6IdZ.jpg Gangguan kesehatan paling rentan dialami wartawan (Foto: Justika Imaniar)

WARTAWAN merupakan profesi yang berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Gangguan lambung, mata, dan stres sering dialam pekerja media ini. Ada satu gangguan yang paling sering terjadi namun tidak disadari yaitu muskuloskeletal.

Hal tersebut dikemukakan Dekan Ilmu Kesehatan Universitas Aisiyah Yogyakarta (Unisa) Ali Imron MFis di depan puluhan wartawan yang mengikuti acara diskusi ‘Darurat Fisik Awak Media’, Rabu, 20 Maret 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Hari Pers Nasional yang diselenggarakan oleh Unisa dan PWI Yogyakarta.

BERITA TERKAIT +
  • 8 Tempat Terlarang Menaruh Ponsel, Kurangi Risiko Penyakitan dan Mandul
  • Biar Enggak Loyo Seharian, Ini Asupan Penting untuk Milenial
  • Mudah Sakit, 4 Shio Ini Sering Bermasalah dengan Kesehatan

Ali Imron yang berkecimpung di dunia fisioterapi mengatakan gangguan muskuloskeletal adalah kondisi yang menganggu sistem pada fungsi sendi, otot, syaraf, ligamen hingga tulang belakang. Gangguan ini bisa terjadi karena static movement, repetitive movement, dan bad posture.

BACA JUGA ;   Sifat Selingkuh Keturunan dari Orang Tua? Ini Jawaban Pakar

“Bad posture ini bisa terjadi pada cameramen, reporter, writer dan editor. Apalagi ketika sudah bertemu dengan narasumber, tidak akan peduli lagi pada posisi tubuh yang salah, ” ungkapnya.

 

Keberadaan abnormal posture ini akan memberikan dampak pada abnormal movement yang jarang disadari oleh para pekerja media. Abnormal movement bisa dilihat dari posisi duduk hingga cara berjalan.

Dua kasus yang sering terjadi di pekerja media adalah forward head posture yaitu posisi kepala berada di depan bahu, dan hyperlordosis yaitu tulang belakang pada punggung bawah mengalami kelengkungan.

“Kedua kasus ini bisa kita hindari dengan melakukan strecthing, dimana itu bisa mengembalikan body awareness kita saat tubuh sudah memberikan sinyal karena ada kesalahan posisi,” jelasnya.

Dalam menyampaikan resiko kesehatan para pekerja media oleh Ali Imron yang juga menjadi Dekan Fakultan Ilmu Kesehatan Unisa, tim fisioterapi Unisa juga memberikan simulasi gerakan strecthing yang bisa dilakukan di rumah atau waktu senggang lainnya.

Baca juga : Viral Gadis Seksi Penjual Durian, Jadi Mau Ngeborong?

“Dalam acara ini, Unisa berharap tidak hanya bermanfaat dalam lingkung akademisi atau ilmuan, namun juga bagi masyarakat, ” tutupnya.

(dno)

  • TAG :
  • tulang punggung
  • Jadi Wartawan
  • Gangguan Kesehatan

Telah dipublish di lOkezone