Kesalahan saat Makan Steak yang Sering Dilakukan Orang Indonesia, Sepele Tapi Pengaruhi Cita Rasa

Posted on

Kesalahan saat Makan Steak yang Sering Dilakukan Orang Indonesia, Sepele Tapi Pengaruhi Cita Rasa

https: img.okeinfo.net content 2019 03 19 298 2032238 kesalahan-saat-makan-setak-yang-sering-dilakukan-orang-indonesia-sepele-tapi-pengaruhi-cita-rasa-79Lkt0p1Yf.jfif Ilustrasi menu steak di restoran (Foto: Tiara Putri/Okezone)

Meskipun masuk dalam kategori Western food, steak sudah lazim dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, kini semakin banyak gerai yang menjual steak dengan harga terjangkau. Ya, dahulu makanan berbahan dasar daging itu memang dianggap mahal dan hanya dikonsumsi oleh masyarakat golongan atas. Namun sekarang, steak lebih bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

Tapi di sisi lain, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh masyarakat Tanah Air saat mengonsumsi steak. Memang tidak terlalu fatal, namun dapat mengurangi kenikmatan rasa. Menurut pengamat kuliner Kevindra Soemantri, kesalahan pertama saat makan steak adalah menggunakan saus untuk menambahkan rasa ked aging.

BERITA TERKAIT +
  • Dry Aged Beef, Dagingnya Lumer di Mulut’ class=’ga_BeritaTerkait’>Steak dari Dry Aged Beef, Dagingnya Lumer di Mulut
  • Bukan Kentang, Hamburg Steak dari Jepang Disantap dengan Nasi
  • Akibat Cuaca Panas Ekstrem, Pria Ini Masak Steak di Mobil

“Orang kita itu ketika makan steak selalu harus pakai saus. Sebenarnya jangan karena kualitas daging itu bisa kita rasakan ketika makan tanpa pakai saus. Usahakan potongan daging pertama yang dimakan jangan pakai saus, kalau setelah itu mau pakai saus silakan,” terangnya kepada Okezone saat ditemui dalam temu media ‘Know The Truth’ yang diselenggarakan oleh Steak Hotel by Holycow!, Selasa (19/3/2019).

 Baca Juga: Resmi Bertunangan, Intip Gaya Busana Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Bersama Kekasih

Kesalahan kedua adalah banyak yang belum memahami mengenai jenis daging steak. Hal ini dapat membuat orang salah memilih jenis daging sesuai dengan keinginannya.

“Ambil contoh daging sirloin dan daging tenderloin. Saya sering mendengar permintaan untuk membuang lemak di daging sirloin padahal itu yang membuat enak. Kalau ingin daging yang lemaknya sedikit, pilihnya yang tenderloin,” jelas pria yang akrab disapa Kevin.

Kemudian mengenai tingkat kematangan daging. Hingga saat ini, masih banyak orang yang berpikiran makan daging steak harus yang matang dengan sempurna alias well done. Padahal ada beberapa tingkat kematangan daging yaitu rare, medium rare, medium, medium well, dan terakhir well done. Menurut Kevin, memakan daging steak paling nikmat dengan tingkat kematangan medium rare atau medium.

 

“Tapi ada orang yang bilang medium rare masih mentah karena warna dagingnya masih merah, padahal bukan. Warna merah pada daging merupakan zat besi yang terkena oksigen, bukan darah. Kalau daging dimasak mentah, maka akan basi. Darah itu sudah habis ketika dipotong, sama seperti ikan dan ayam, daging yang dijual juga pasti sudah dibersihkan dulu,” terangnya.

 Baca Juga: 6 Pedagang Makanan Punya Badan Seksi, Nomor 6 Bikin Melek

Memang ketika makan daging dengan tingkat kematangan medium akan terasa seperti makan darah. Penyebabnya karena rasa zat besi mirip dengan darah. Seperti yang diketahui, darah juga mengandung zat besi. Tapi sekali lagi, warna merah pada daging bukan darah dan daging sebenarnya sudah matang.

Terakhir, kesalahannya masih berhubungan dengan tingkat kematangan. Orang yang merasa daging steaknya belum matang kebanyakan meminta daging tersebut dimasak ulang. Padahal itu adalah cara yang salah karena dapat merusak tekstur daging. Kevin menyarankan ada baiknya memesan ulang daging steak dengan tingkat kematangan yang diinginkan.

“Sebab begini, memasak steak itu ada seninya. Ketika memasak, rasa juicy-nya akan ngumpul di dalamnya. Nah, ketika dipotong, itu kan sudah terbuka pori-porinya, ketika dimasak lagi rasa juicy daging akan keluar jadi pas dimakan sudah kurang enak,” pungkasnya.

(tam)

  • TAG :
  • Kebiasaan Makan
  • Daging Steak
  • Restoran Steak
  • Steak

Telah dipublish di lOkezone