Faktor Genetik Pengaruhi Kepuasan Pernikahan

Posted on

Faktor Genetik Pengaruhi Kepuasan Pernikahan
Pasangan Beda Usia

Liputan6.com, Jakarta Faktor genetik ternyata juga mempengaruhi kehidupan pernikahan. Setidaknya hal tersebut terungkap dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS One.

Berdasarkan laman Yale News dilansir pada Jumat (8/3/2019), studi yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan di bawah komando Yale School of Public Health meneliti variasi genetik tertentu yang terkait dengan ikatan sosial. Genetik yang disebut GG genotype ini berpengaruh pada oksitosin.

Baca Juga

  • Berdasarkan Penelitian, Menikah Bisa Turunkan Tingkat Stres
  • 4 Pertanda Bahwa Hubungan Anda Sudah Siap ke Jenjang Pernikahan
  • Lepas Masa Lajang, Pasangan Renta Menikah di Umur 63 Tahun

Associate professor di Yale School of Public Health, Joan Monin bersama timnya mempelajari 178 pasangan suami istri yang berusia 37 hingga 9- tahun. Mereka mengisi kuesioner tentang rasa aman, kepuasan pernikahan, serta memberikan sampel air liur untuk dianalisis genotipe-nya. Ditemukan bahwa pasangan yang memiliki genotipe GG dalam tubuhnya, memiliki kepuasan pernikahan serta rasa aman yang lebih besar dalam pernikahan mereka. Varian gen tersebut merupakan reseptor oksitosin.

“Studi ini menunjukkan bahwa apa yang kita rasakan dalam hubungan dekat kita, dipengaruhi oleh lebih dari sekadar pengalaman bersama dengan pasangan dari waktu ke waktu,” kata Monin.

“Dalam pernikahan, orang juga dipengaruhi oleh kecenderungan genetiknya serta pasangan mereka.”

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Mengarah pada kepuasan pernikahan

Selain itu, orang dengan genotipe GG memiliki tingkat kecemasan rendah dalam pernikahan. Pada akhirnya, ini jelas memberikan manfaat dalam sebuah pernikahan. Perasaan cemas karena keterikatan merupakan akibat dari ketidakamanan hubungan yang berkembang dari pengalaman masa lalu dengan anggota keluarga dekat atau pasangan lain selama hidup.

Studi itu mengatakan bahwa genotipe GG individu dan genotipe GG paangan menyumbang sekitar 4 persen dari kepuasan pernikahan. Walau kecil, ini berpengaruh secara signifikan jika mempertimbangkan faktor genetik dan lingkungan di mana pasangan itu berada.

Temuan ini mengarah pada studi lanjut untuk melihat apakah genotipe pasangan bisa berpengaruh pada hasil hubungan dari waktu ke waktu. Monin mengatakan bahwa uji coba lain akan melihat bagaimana varian OXTR rs53576 akan berinteraksi dengan pengalaman akan hubungan negatif dan positif secara spesifik, serta pengaruhnya dalam kualitas hubungan dari waktu ke waktu pada pasangan yang sudah menikah.

OXTR rs53576 adalah varian reseptor oksitosin lainnya. Gen ini terkait dengan ciri-ciri kepribadian sepeti stabilitas emosional, empati, serta kemampuan bersosialisasi.

Sumber Artikel Liputan 6